Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan

Minggu, 13 Desember 2020 - 04:56 WIB
loading...
A A A
Di masa itu, Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat telah mengembangkan pendekatan terapi alternatif dengan pendekatan "Rassen Psychologie". Dan RSJ Lawang mendapatkan izin dari Pemerintah Hindia Belanda, utuk membangun Anex di desa Suko, terletak lebih kurang 1 km ke arah timur di lereng Pegunungan Tengger.

Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan


Antara tahun 1929-1935 RSJ Lawang, dan Anex Suko ditangani oleh tujuh orang dokter dan seorang profesor wanita, dengan kapasitas tempat tidur masing-masing 1.200 tempat tidur. Pada waktu itu RSJ Lawang juga dikembangkan menjadi pusat penelitian otak.

Jumlah pasien gangguan jiwa ini terus meningkat. Tahun 1940 jumlah pasien mencapai 3.400, dan pada tahun 1941 meningkat menjadi 4.200 oleh karena harus menampung pengungsian pasien dari koloni di Jawa Timur.

Bahkan, pasien berkebangsaan Eropa, yang telah dirawat sejak tahun 1941 tersebut, masih sempat ditangani hingga meninggal dunia pada tahun 2002-an. Dia merupakan pasien terlama yang menjalani perawatan di RSJ Lawang , yakni sekitar 64 tahun lamanya.

Pada awalnya RSJ ini berada di daerah yang terpisah jauh dari permukiman penduduk. Menempati lahan yang sangat luas, yakni sekitar 299 hektar. Dilengkapi berbagai fasilitas untuk terapi penyembuhan gangguan jiwa.

Para pasien, diajak untuk berkegiatan sehari-hari, seperti bertani, beternak, dan membuat keterampilan. Bahkan, di lingkungan RSJ ini juga ada tempat pemakaman, karena banyak pasien yang dirawat dan tidak pulang ke tempat asalnya hingga meninggal dunia.

(Baca juga: Dwarapala Saksi Bisu Ketangguhan Desa Menjaga Arjuna )

Dari catatan sejarah RSJ Lawang , usaha pengadaan fasilitas rumah sakit dan rumah perawatan (Doorganghuizen) merupakan suatu perkembangan yang penting dalam dunia psikiatri. Untuk meningkatkan pelayanan perawatan pasien di RSJ Lawang, pada waktu itu mulai diadakan kegiatan terapi kerja dan bermacam-macam persiapan untuk usaha hiburan.

Untuk upaya memperlancar penyaluran pasien mental ke masyarakat, sejak tahun 1926 RSJ Lawang mengantarkan kembali pasien yang sudah tenang ke desanya. Disusul dengan konsep Doorganghuizen yang diajukan oleh Travaglino. Bagi pasien yang mengalami defek/kronis dan sudah tenang, ditampung pada koloni pertanian (Werkenrichtingen).

Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan


Dalam kurun waktu 1942-1945, RSJ Lawang mengalami penurunan pelayanan, karena kurangnya sarana perawatan dan adanya penyakit menular, jumlah pasien menurun sampai 800 orang. Tahun 1947 jumlah pasien sebanyak 1.200 orang, gabungan antara Anex Suko, dan RSJ Lawang . Pada tahun 1950-1966 RSJ Lawang menerima pengungsian pasien dari RSJ Pulau Laut, Kalimantan Selatan, sebanyak 120 pasien dan 40 orang pegawai.

Kurun waktu 1966 sampai dengan sekarang, mulai terjadi beberapa pengembangan pengobatan dan perawatan pasien gangguan jiwa, baik pada Unit Rawat Inap, maupun Rawat Jalan dan Keswamas. Pengembangan unit penunjang medik berupa pemeriksaan laboratorium (drug monitoring), radio diagnostik, dan elektromedik.

Konsep RSJ Lawang yang awalnya menjadi tempat pengasingan bagi para ODGJ, secara perlahan mulai terbuka. Bahkan, mulai banyak melibatkan komunitas di masyarakat untuk terlibat melakukan penanganan gangguan jiwa.

Pasien yang dirawat di RSJ Lawang tinggal mereka yang memiliki gangguan jiwa berat. Contohnya, ODGJ yang sering mengamuk dan mengganggu masyarakat. Target pengobatannya, sampai pasien tersebut tidak suka mengamuk lagi, atau berubah menjadi normal.

Demi menjawab tantangan zaman yang terus berubah, RSJ Lawang juga terus bergerak melakukan pembelajaran di masyarakat tentang penyakit jiwa. Penyakit jiwa bisa diobati dan tidak beda dengan penyakit lainnya, yakni penyakit yang diakibatkan gangguan biologis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Berita Terkini
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved