Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan

Minggu, 13 Desember 2020 - 04:56 WIB
loading...
Jejak Abadi RSJ Lawang...
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, telah 118 tahun mengabdikan diri melayani kesehatan jiwa masyarakat. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
Musim hujan yang basah, hadirkan gerimis beku bercampur angin gunung yang dengan lembut meluncur penuh kedamaian menyapa lembah Lawang yang begitu tenang. Di antara udara yang sejuk, langkah-langkah kaki begitu tenang melintasi lorong-lorong bangunan bercat putih.

(Baca juga: Hentikan Pidana Pelanggar PSBB, Pakar: Publik Geram Lihat Penanganan Habib Rizieq )

Langkah-langkah penuh semangat para tenaga medis, penuh kesabaran merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang . Langkah-langkah yang terus bergerak menghadirkan jejak keabadian untuk melayani yang termarjinalkan.

Rumah sakit ini miliki sejarah panjang dalam membangun nilai kemanusiaan, melalui karya di bidang kesehatan jiwa. Bahkan jauh sebelum republik ini diproklamasikan, rumah sakit jiwa ini telah melayani manusia-manusia di tanah nusantara, tanpa melihat dari mana dia berasal.

Berdasarkan catatan sejarah yang tersimpan di Museum Jiwa RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang , pelayanan rumah sakit jiwa ini dimulai sekitar tahun 1884. Di mana rumah sakit jiwa ini mulai proses pembangunan fisik, dan diresmikan pengoperasiannya pada 23 Juni 1902.

Jauh sebelumnya, sekitar tahun 1831, orang-orang Eropa yang berada di wilayah Nusantara, dan mengalami gangguan mental, akan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Militer di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Sementara, jauh sebelum masa Hindia Belanda, belum diperoleh catatan akurat tentang perawatan pada penyandang angguan mental di Indonesia. Ada dugaan, pada masa itu gangguan mental dianggap akibat hal gaib dan ditangani sesuai perkiraan tersebut.

(Baca juga: Bandar Laut Besar Itu Bernama Pasuruan )

Pemerintah Belanda, dalam massa penjajahannya di Indonesia, mulai menyadari bahwa penyandang gangguan mental membutuhkan perawaran khusus. Langkah ke arah tersebut dimulai dengan pembangunan rumah sakit Tionghoa di Jakarta, tahun 1824, dimana disediakan tempat untuk merawat 100 bangsa Tionghoa, penyandang gangguan mental.

Selanjutnya dibangun pula Rumah Sakit Jiwa Tionghoa Paceringan Semarang, yang dapat merawat 40 penyandang gangguan mental. Karena wilayah Jawa Timur, tidak ada tempat semacam itu, maka penduduk pribumi penyandang gangguan mental diopname di Stadsverband atau dilembaga miskin Pegirian, dimana mereka dirawat bersama penyandang penyakit kusta. Selebihnya, baik di Jawa maupun di luar Jawa, kelompok ini dibawa ke penjara atau dirawat oleh keluarga mereka sendiri.

Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan


Lama-kelamaan dirasakanbahwa kebutuhan akan tempat perawatan gangguan mental terus meningkat. Sensus penyandang gangguan mental di Jawa, dan Madura, pada tahun 1862 berujung pada pemikiran bahwa ada kebutuhan untuk membangun dua RSJ di Pulau Jawa.

Hal ini diwujudkan dalam Keputusan Kerajaan Belanda (Koninklijk Besluit) pada tanggal 30 Desember 1865 No. 100, Dr. F.H. Bouwer (seorang psikiater) dan Dr. A. M. Smith (seorang dokter Angkatan Laut) diutus ke Hindia Belanda, untuk mendapat keterangan mengenai kondisi di Hindia Belanda. Setelah melalui proses yang panjang, maka didirikanlah satu RSJ di Bogor yang diresmikan tahun 1882, menyusul kemudian RSJ di Sumber Porong Lawang

Sebelum Rumah Sakit Jiwa Lawang dibuka, perawatan pasien mental diserahkan kepada Dinas kesehatan Tentara (Militaire Gezondheids Dienst).Dalam rangka memperlancar penyaluran pasien ke masyarakat Hulshoff Pol mengajukan rencana perluasan Rumah Sakit Jiwa kepada Departemen Van Onderwijs en Eeredienst. Dimana pada tahun 1909 jumlah pasien mencapai 1.171 dan usaha-usaha perluasan rumah sakit untuk dapat menampung pasien amat mendesak.

(Baca juga: Mas-mas TRIP Berjuang Hingga Akhir Zaman... )

Pada waktu itu beratus-ratus pasien mental masih dititipkan di beberapa penjara sebelum dikirim ke rumah sakit jiwa. Dalam kurun waktu 1905-1906 tercatat salah seorang dokter pribumi pertama yang bekerja di RSJ Lawang adalah Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat, yang bersama-sama Dr. Soetomo melancarkan pergerakan bangsa pertama yaitu Boedi Oetomo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved