Turun Gunung Dukung Sejumlah Peserta Pilkada, Ini Arti Pilkada di Mata UAS

Kamis, 10 Desember 2020 - 16:46 WIB
loading...
Turun Gunung Dukung Sejumlah Peserta Pilkada, Ini Arti Pilkada di Mata UAS
Ustaz Abdul Somad (UAS). Foto/SINDOnews
A A A
PEKANBARU - Belakangan ini Ustaz Abdul Somad ( UAS ) turun gunung untuk mendukungan pasangan calon kepala daerah di sejumlah wilayah, termasuk di Riau. Pasangan yang didukung adalah sosok yang dianggap peduli atas beberapa aspek.

(Baca juga: Porak-porandakan Kandang Banteng Blitar, Ini Gelombang Perubahan yang Bakal Diusung Mak Rini )

"Mengaplikasikan ceramah saya selama ini, bahwa perbaikan pada tiga aspek yakni pendidikan, ekonomidan politik," kata UAS yang pernah menolak menjadi Cawapres, Kamis (10/12/2020).

Di Pilkada Riau, UAS terang terangan mendukung tiga pasangan calon yakni di Kota Dumai pasangan Paisal-Amris, Kabupaten Rokan Hulu pasangan Hapith-Erizal, dan Kabupaten Indragiri Hulu pasangan Rizal Zamzami-Yoghi Susilo.

Diapun ikut terjun untuk berkampanye. "Saat Pilkada saya berijtihad, memilih paslon, meminta komitmen dan mendukung. Saya tidak berfikir menang atau kalah. Karena Allah hanya menilai perjuangan, bukan hasilnya," ucap Da'i warga Pekanbaru ini.

(Baca juga: Kesakralan Kandang Banteng Blitar Diobok-obok Mak Rini-Makde Rachmad, PDIP Evaluasi Total )

Bagi UAS menang yang hakiki adalah berhasil melawan segala godaan duniawi. "Saya sudah menang sebelum pencoblosan, karena saya menang melawan godaan uang, mobil dan jabatan. Saya menang melawan diam cari selamat. Saya menang melawan pesan pesan dari jkt (Jakarta). UAS jangan berpihak!. Begini cara saya melawan," tegas pria kelahiran Kabupaten Asahan.

Dia mengakui, atas dukungan terhadap beberapa calon yang dianggap bisa mewakili rakyat banyak hinaan dan cobaan. Namun pria jebolan doktor di Sudan, mengaku iklhlas menerimanya.

(Baca juga: Tangis Tiwi Pecah, Hasil Hitung Cepat Pecundangi Adik Ipar Ganjar Pranowo di Pilbup Purbalingga )

"Pilkada ajang ujian hati. Kalau tausiyah, orang datang merebut tangan saya untuk bersalaman. Saat pilkada, saya masuk ke pasar, menyalami orang, sambil berpesan 'Jangan lupa ya pak, bu, nanti coblos nomor ...'. Dibully, dihina, dicaci maki di medsos, itu menyadarkan diri saya bahwa saya bukan siapa-siapa. Kalau terus dimuliakan, disanjung, lama-lama saya bisa jadi fir'aun," ucap UAS .
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2433 seconds (11.210#12.26)