Akhyar Nasution: Pilkada Bisa Rusak Kalau Diawali dari Transaksi Politik
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:33 WIB
loading...
Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution (kaos putih lengan panjang) saat bersilaturahmi dengan wartawan di Taman Sei Putih, Medan, Sabtu (5/12/2020). (foto: SINDONews/Andi Yusri)
A
A
A
MEDAN - Menjelang debat pamungkas putaran terakhir Pilkada Kota Medan yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution tidak memiliki persiapan khusus. BACA JUGA: Ekonom USU: Medan Bisa Lebih Baik Jika Dipimpin Anak Muda yang Punya Akses ke Pusat
"Enggak ada persiapan khusus, persiapan biasa saja. Kalau ada pertanyaan kita jelaskan. Hal-hal yang perlu kita jelaskan, apa rencana kami dalam menjabat 3,5 tahun ke depan," kata Akhyar Nasution saat ditemui di Taman Sei Putih Kota Medan, Sabtu (5/12/2020).
Menurutnya, jika terpilih menjadi Walikota Medan nanti, kader Partai Demokrat ini bersama Salman Alfarisi akan menciptakan pemerintahan yang bersih.
"Membangun pemerintahan yang bersih awalnya dari Pilkada ini. Pilkada bisa rusak kalau diawali dari transaksi politik. Kalau politik uang mendominasi, maka si pemimpin akan terbebani oleh pengembalian dana, sehingga melanggar hukum," ungkap Akhyar .
Untuk itu, Akhyar memastikan dirinya bersama Salman Alfarisi tidak akan melakukan politik uang yang dibagikannya kepada masyarakat. BACA JUGA : Bersihkan Material Longsor, Operator Alat Berat PLTA Batangtoru Masuk Jurang
"Karena itu kami tidak akan membeli suara. Kami bertekad untuk pemerintahan yang bersih. Sehingga tak ada beban bagi kami mengembalikan modal," sebutnya.
Dikatakannya, tidak melakukan transaksi politik di Pilkada , akan mudah menindak para pejabat di jajaran Pemko Medan yang nakal jika dipercaya mengemban amanah nanti.
"Jika kami diberi amanah nanti. Kalau ada pejabat Pemko yang nakal, saya tinggal mudah nokok (pukul) kepalanya karena saya tak jual jabatan ke dia. Kalau saya sudah terbebani oleh biaya besar diluar kemampuan saya, pasti saya akan distribusikan itu," ujarnya.
Akhyar juga meminta kepada penyelenggara Pemilu dan semua pihak untuk sama-sama mensukseskan Pilkada Medan , pada 9 Desember 2020. "Mari kita bersama-sama melaksanakan Pemilu dengan baik dan masyarakat memilih dengan merdeka," pungkasnya. BACA JUGA: Presiden PKS: Kita All Out Menangkan Aklhyar-Salman di PIlkada Medan
Debat putaran terakhir nantinya akan mengangkat tema persoalan keserasian antara pembangunan daerah dan pusat, keutuhan NKRI serta strategi penanganan COVID-19.
"Enggak ada persiapan khusus, persiapan biasa saja. Kalau ada pertanyaan kita jelaskan. Hal-hal yang perlu kita jelaskan, apa rencana kami dalam menjabat 3,5 tahun ke depan," kata Akhyar Nasution saat ditemui di Taman Sei Putih Kota Medan, Sabtu (5/12/2020).
Menurutnya, jika terpilih menjadi Walikota Medan nanti, kader Partai Demokrat ini bersama Salman Alfarisi akan menciptakan pemerintahan yang bersih.
"Membangun pemerintahan yang bersih awalnya dari Pilkada ini. Pilkada bisa rusak kalau diawali dari transaksi politik. Kalau politik uang mendominasi, maka si pemimpin akan terbebani oleh pengembalian dana, sehingga melanggar hukum," ungkap Akhyar .
Untuk itu, Akhyar memastikan dirinya bersama Salman Alfarisi tidak akan melakukan politik uang yang dibagikannya kepada masyarakat. BACA JUGA : Bersihkan Material Longsor, Operator Alat Berat PLTA Batangtoru Masuk Jurang
"Karena itu kami tidak akan membeli suara. Kami bertekad untuk pemerintahan yang bersih. Sehingga tak ada beban bagi kami mengembalikan modal," sebutnya.
Dikatakannya, tidak melakukan transaksi politik di Pilkada , akan mudah menindak para pejabat di jajaran Pemko Medan yang nakal jika dipercaya mengemban amanah nanti.
"Jika kami diberi amanah nanti. Kalau ada pejabat Pemko yang nakal, saya tinggal mudah nokok (pukul) kepalanya karena saya tak jual jabatan ke dia. Kalau saya sudah terbebani oleh biaya besar diluar kemampuan saya, pasti saya akan distribusikan itu," ujarnya.
Akhyar juga meminta kepada penyelenggara Pemilu dan semua pihak untuk sama-sama mensukseskan Pilkada Medan , pada 9 Desember 2020. "Mari kita bersama-sama melaksanakan Pemilu dengan baik dan masyarakat memilih dengan merdeka," pungkasnya. BACA JUGA: Presiden PKS: Kita All Out Menangkan Aklhyar-Salman di PIlkada Medan
Debat putaran terakhir nantinya akan mengangkat tema persoalan keserasian antara pembangunan daerah dan pusat, keutuhan NKRI serta strategi penanganan COVID-19.
(zai)
Lihat Juga :