Kepercayaan Diri Tuna Rungu dan Wicara di Majalengka Lomba Baca Puisi Bisu
Kamis, 03 Desember 2020 - 12:58 WIB
loading...
Salah seorang peserta festival puisi bisu tampil di depan dewan juri. Foto/sindonews/inin nastain
A
A
A
MAJALENGKA - Di tengah keterbatasan berkomunikasi, puluhan penyandang tunarungu dan wicara di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menunjukan kemampuannya dalam bidang sastra.
Dengan penuh percaya diri mereka maju ke hadapan dewan juri untuk membacakan puisi, di acara Festival Baca Puisi Bisu dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional , yang jatuh pada 3 Desember di SLB YLB B Majalengka.
(baca juga: Viral Jasa Cuci Mobil Pasangan Tuna Rungu, Harap segera Dapat Momongan )
Tidak tanggung-tanggung. Mereka diharuskan membawakan dua puisi untuk bisa mencuri perhatian Dewan Juri yang berasal dari Kepala Sekolah SLB.
Panitia pelaksana Festival Puisi Sri Aminah mengatakan, selain puisi wajib, para peserta juga diharuskan membawa salah satu puisi pilihan.
"Puisi wajib 'Doaku.' (puisi) Pilihan 'Tanda Tanya' dan 'Sang Guru Qolbu.' Puisi Tanda Tanya karya Ajip Rosidi, dua puisi lainnya karya saya," kata Aminah.
Terkait peserta sendiri, jelas dia, tidak hanya dari kalangan SLB saja. Beberapa di antaranya, lanjut dia, bahkan sudah berumah tangga. "Se-Kabupaten Majangka. Siswa SLB, ada alumni, bahkan yang sudah berumah tangga. Khusus untuk tuna rungu dan wicara," jelas dia.
Dengan penuh percaya diri mereka maju ke hadapan dewan juri untuk membacakan puisi, di acara Festival Baca Puisi Bisu dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional , yang jatuh pada 3 Desember di SLB YLB B Majalengka.
(baca juga: Viral Jasa Cuci Mobil Pasangan Tuna Rungu, Harap segera Dapat Momongan )
Tidak tanggung-tanggung. Mereka diharuskan membawakan dua puisi untuk bisa mencuri perhatian Dewan Juri yang berasal dari Kepala Sekolah SLB.
Panitia pelaksana Festival Puisi Sri Aminah mengatakan, selain puisi wajib, para peserta juga diharuskan membawa salah satu puisi pilihan.
"Puisi wajib 'Doaku.' (puisi) Pilihan 'Tanda Tanya' dan 'Sang Guru Qolbu.' Puisi Tanda Tanya karya Ajip Rosidi, dua puisi lainnya karya saya," kata Aminah.
Terkait peserta sendiri, jelas dia, tidak hanya dari kalangan SLB saja. Beberapa di antaranya, lanjut dia, bahkan sudah berumah tangga. "Se-Kabupaten Majangka. Siswa SLB, ada alumni, bahkan yang sudah berumah tangga. Khusus untuk tuna rungu dan wicara," jelas dia.
Lihat Juga :