Anak-anak Bosan Belajar di Rumah? Jangan Kawatir Kini Ada Happy Patch
Kamis, 03 Desember 2020 - 03:35 WIB
loading...
Lima mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan permainan Happy Patch bagi pelajar sekolah dasar (SD). Foto/Ist.
A
A
A
SURABAYA - Proses belajar daring kerap membuat siswa bosan dan mati gaya. Untuk memecah kebosanan itu, sebuah permainan bernama Happy Patch bisa menjadi salah satu alternatif yang menarik.
(Baca juga: Air Sungai Bah Bolon Meluap, Jalur Pematangsiantar-Medan Lumpuh )
Lima mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan permainan Happy Patch bagi pelajar sekolah dasar (SD). Inovasi tersebut berhasil membawa tim mereka meraih juara 2 dalam kompetisi desain intervensi nasional Psychedelic, Universitas Udayana. Tim yang terdiri atas Devina Octa, Amithya Nafisah, Septa Ayu, Shania Albar, serta Ersa Pawitrasari memberikan tawaran menarik untuk belajar siswa.
Devina selaku ketua tim menuturkan, awalnya mereka hanya ingin mengisi waktu luang di tengah pandemi dengan sesuatu yang bermanfaat. Ide permainan tersebut muncul akibat fenomena permasalahan psikologis seperti kejenuhan, kebosanan , serta keterbatasan sosialisasi pelajar SD. "Semua itu membuat produktivitas serta semangat menurun ketika mereka belajar," kata Devina, Rabu (2/12/2020).
(Baca juga: Jelang Coblosan, Ribuan Saksi Gibran-Teguh di Pilwalkot Solo Jalani Rapid Test )
Happy Patch pun diciptakan dalam bentuk permainan yang dapat dimainkan bersama keluarga. Tidak hanya untuk menghibur, namun tujuan utama dari permainan itu juga untuk meningkatkan minat belajar siswa karena kontennya berisi materi-materi pelajaran.
(Baca juga: Air Sungai Bah Bolon Meluap, Jalur Pematangsiantar-Medan Lumpuh )
Lima mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan permainan Happy Patch bagi pelajar sekolah dasar (SD). Inovasi tersebut berhasil membawa tim mereka meraih juara 2 dalam kompetisi desain intervensi nasional Psychedelic, Universitas Udayana. Tim yang terdiri atas Devina Octa, Amithya Nafisah, Septa Ayu, Shania Albar, serta Ersa Pawitrasari memberikan tawaran menarik untuk belajar siswa.
Devina selaku ketua tim menuturkan, awalnya mereka hanya ingin mengisi waktu luang di tengah pandemi dengan sesuatu yang bermanfaat. Ide permainan tersebut muncul akibat fenomena permasalahan psikologis seperti kejenuhan, kebosanan , serta keterbatasan sosialisasi pelajar SD. "Semua itu membuat produktivitas serta semangat menurun ketika mereka belajar," kata Devina, Rabu (2/12/2020).
(Baca juga: Jelang Coblosan, Ribuan Saksi Gibran-Teguh di Pilwalkot Solo Jalani Rapid Test )
Happy Patch pun diciptakan dalam bentuk permainan yang dapat dimainkan bersama keluarga. Tidak hanya untuk menghibur, namun tujuan utama dari permainan itu juga untuk meningkatkan minat belajar siswa karena kontennya berisi materi-materi pelajaran.
Lihat Juga :