Heboh Pencurian Uang di Tabungan, Nasabah Datangi Kantor Bank di Kendari
loading...
A
A
A
KENDARI - Kasus pencurian uang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) dalam rekening menghebohkan warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pencurian yang dilakukan secara acak tersebut, telah menguras uang nasabah hingga puluhan juta rupiah.
Penarikan uang nasabah melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) atau skimming, dilakukan oleh para pelaku dari luar Kota Kendari.
Pada Selasa (12/5/2020) pagi, puluhan nasabah Bank BNI mendatangi Kantor BNI Cabang Kendari. Para nasabah ini ingin mengecek saldo mereka, apakah utuh atau berkurang karena disikat para pelaku skimming.
Salah seorang nasabah Bank BNI, Muhamad Syukri Nur warga Kelurahan Kambu, Kota Kendari, yang menjadi korban skimming datang ke Kantor BNI Cabang Kendari untuk mempertanyakan yang yang telah hilang di dalam rekeningnya pada Minggu (10/5/2020) lalu.
Kepala Cabang BNI Kendari, Muzakkir, mengakui adanya kasus skimming yang terjadi sejak tiga hari lalu. Kejahatan tersebut merugikan nasabah hingga puluhan juta rupiah.
"Sampai saat ini, jumlah nasabah yang telah melaporkan kehilangan uang dalam rekening berjumlah 7 orang. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah. Untuk mengantisipasi hal itu, BNI telah membuka loket pengaduan setiap hari mulai pagi hingga sore," ujar Muzakkir, Selasa (12/5/2020).
Selain itu, kata dia, BNI telah membentuk tim yang bertugas khusus untuk melakukan penelusuran terkait kasus hilangnya dana nasabah tersebut.
Penarikan uang nasabah melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) atau skimming, dilakukan oleh para pelaku dari luar Kota Kendari.
Pada Selasa (12/5/2020) pagi, puluhan nasabah Bank BNI mendatangi Kantor BNI Cabang Kendari. Para nasabah ini ingin mengecek saldo mereka, apakah utuh atau berkurang karena disikat para pelaku skimming.
Salah seorang nasabah Bank BNI, Muhamad Syukri Nur warga Kelurahan Kambu, Kota Kendari, yang menjadi korban skimming datang ke Kantor BNI Cabang Kendari untuk mempertanyakan yang yang telah hilang di dalam rekeningnya pada Minggu (10/5/2020) lalu.
Kepala Cabang BNI Kendari, Muzakkir, mengakui adanya kasus skimming yang terjadi sejak tiga hari lalu. Kejahatan tersebut merugikan nasabah hingga puluhan juta rupiah.
"Sampai saat ini, jumlah nasabah yang telah melaporkan kehilangan uang dalam rekening berjumlah 7 orang. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah. Untuk mengantisipasi hal itu, BNI telah membuka loket pengaduan setiap hari mulai pagi hingga sore," ujar Muzakkir, Selasa (12/5/2020).
Selain itu, kata dia, BNI telah membentuk tim yang bertugas khusus untuk melakukan penelusuran terkait kasus hilangnya dana nasabah tersebut.
(zil)