Hasil Rapid Test Reaktif, 7 Petugas KPPS dan Linmas Pilwali Blitar Langsung Swab Test

loading...
Hasil Rapid Test Reaktif, 7 Petugas KPPS dan Linmas Pilwali Blitar Langsung Swab Test
Hasil rapid test KPPS dan Linmas di Kota Blitar reaktif, langsung dilakukan tes swab. Foto/Ilustrasi
BLITAR - Hasil rapid test kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Linmas (Perlindungan Masyarakat) Pilihan Wali Kota Blitar , didapati sebanyak tujuh orang dinyatakan reaktif. Untuk memastikan kesehatan mereka, semuanya langsung diminta menjalani swab test COVID-19 .

(Baca juga: Kasus Meninggal Akibat Positif COVID-19 di Majalengka Capai 52 Orang )

"Ada tujuh orang yang hasil rapid testnya reaktif," ujar Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Rangga Bisma Aditya kepada wartawan Senin (30/11/2020). Sebelumnya untuk memastikan kondisi kesehatan petugas penyelenggara Pilwali Kota Blitar , KPU melakukan rapid test massal selama dua hari (28-29 November).

Sebanyak 2.331 orang yang terdiri dari 1.813 petugas KPPS dan 518 orang linmas diwajibkan mengikuti rapid test. Saat itu ada 57 petugas yang karena berhalangan belum mengikuti rapid test. Perinciannya, 22 orang dari wilayah Kecamatan Sukorejo, 20 orang dari wilayah Kecamatan Sananwetan dan 15 orang dari Kecamatan Kepanjen Kidul.



(Baca juga: 449 Napi dan Tahanan di Lapas Pekanbaru Berhasil Sembuh Dari COVID-19 )

Ke 57 petugas tersebut, kata Rangga telah menjalani rapid test susulan pada 30 November-1 Desember. "Pelaksanaan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Blitar ," tambah Rangga. Sementara untuk tujuh orang petugas yang hasil rapid testnya dinyatakan reaktif, langsung diarahkan mengikuti swab test.

Sesuai ketentuan yang berlaku, KPU tidak akan mengganti petugas KPPS yang kedapatan positif COVID-19 . Penggantian hanya berlaku untuk petugas linmas. "Ini sesuai PKPU No 13 Tahun 2020," pungkas Rangga.



(Baca juga: Tangis Risma Pecah Saat Anak-anak Surabaya Nyanyikan Lagu Kado Ultahnya )

Pilwali Kota Blitar tahun 2020 diramaikan dua pasangan calon. Yakni paslon petahana Santoso-Tjutjuk Sunario yang diusung koalisi PDIP, Partai Gerindra, PPP dan Partai Demokrat. Kemudian penantangnya adalah paslon Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto yang diusung koalisi PKB, PKS, Partai Golkar, Nasdem, PAN, Partai Berkarya dan PKPI.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top