Survei Lab Sospol FISIP UMSU Terkait Pilkada Medan di Masa Pandemi

loading...
Survei Lab Sospol FISIP UMSU Terkait Pilkada Medan di Masa Pandemi
Banyak responden berharap KPU Medan sebagai penyelenggara bisa menjamin protokol kesehatan saat mencoblos di TPS. Foto/dok SINDOnews
MEDAN - Sebagian besar masyarakat Kota Medan yang terdaftar menjadi pemilih pada Pilkada Medan 2020 ini mengaku siap datang ke TPS 9 Desember 2020 nanti. Tetapi, dengan adanya jaminan protokol kesehatan dari pihak penyelenggara.

Demikian salah satu poin hasil Survei Pilkada Medan 2020 yang dilakukan Laboratorium Sosial dan Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Lab Sospol FISIP UMSU).

(Baca Juga: KPU Ungkap Manfaat Sirekap di Pilkada Serentak 2020, Apa Saja? )

Kepala Lab Sospol FISIP UMSU Sigit Hardiyanto kepada wartawan menyampaikan survei bertajuk Partisipasi Politik dan Persepsi Masyarakat Kota Medan terhadap Pelaksanaan Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 dilaksanakan 28 Oktober-1 November 2020. Hasil survei ini sudah didiskusikan terbatas di hadapan dosen, dekanat, dan rektorat di kampus UMSU akhir pekan lalu.



"Selain sebagai wujud pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, survei ini untuk mengetahui pandangan dan pendapat masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkada Kota Medan 2020 di tengah pandemi Covid-19 sekaligus untuk mengetahui partisipasi politik masyarakat," ungkap Sigit, Senin (23/11/2020).

Masyarakat pemilih yang dijadikan sebagai responden sebanyak 1.100 orang yang tersebar secara proporsional di 21 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Medan . Survei memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka (face to face) oleh enumerator/surveyor yang merupakan mahasiswa FISIP yang sudah dilatih dan mendapat pengarahan dari dosen-dosen FISIP yang menjadi pelaksana dan survei.



Beberapa dosen FISIP yang ikut menjadi analis dan pelaksana survei adalah DR Rudianto (Dosen Ilmu Komunikasi/WR 3 UMSU); DR Arifin Saleh (Dekan FISIP UMSU ): Abrar Adhani, Akhyar Anshori, Faisal Hamzah Lubis, dan Sigit Hardiyanto.

Menurut Sigit, beberapa temuan survei yang menarik adalah sebanyak 50,3% responden menyatakan akan hadir ke TPS dengan mempertimbangkan keamanan dan protokol kesehatan yang disiapkan penyelenggara. Sebanyak 87,7% Responden menyatakan bahwa upaya mengurangi penyebaran Covid-19 merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Kemudian, sebanyak 58,3% Responden menyatakan Pilkada harus tetap dilaksanakan meskipun kondisi Pandemi Covid-19.

"Meski demikian, dalam wawancara lanjutan, banyak responden berharap KPU Medan sebagai penyelenggara bisa menjamin protokol kesehatan saat mencoblos di TPS dengan menyediakan sarana yang dibutuhkan agar terhindar dari wabah Covid-19 ," jelasnya.

Di sisi lain, meski sebagian besar masyarakat tidak percaya bahwa Pilkada 9 Desember 2020 akan memunculkan klaster baru dalam penyebaran Covid-19 . Tetapi mereka tetap berharap semua pihak mematuhi protokol kesehatan dan KPU Medan tetap memberikan dan menyampaikan adanya jaminan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat sehingga pemillih tidak ragu untuk datang ke TPS. (Baca Juga: Pilkada Medan, KPU: Surat Suara yang Gelap Dipastikan Tidak Akan Digunakan di TPS )
(rhs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top