Habib Bahar Diperiksa Penyidik Polda Jabar di Lapas Gunung Sindur Bogor

loading...
Habib Bahar Diperiksa Penyidik Polda Jabar di Lapas Gunung Sindur Bogor
Habib Bahar bin Smith diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jabar sebagai tersangka penganiayaan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Senin (23/11/2020). Foto/Dok.Okezone
BANDUNG - Habib Bahar bin Smith diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jabar sebagai tersangka penganiayaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur , Bogor, Senin (23/11/2020). Pemeriksaan Habib Bahar digelar setelah penyidik mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen) Pas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes CH Patoppoi menjelaskan, pemeriksaan ini dilakukan untuk meminta keterangan dari Habib Bahar sebagai tersangka penganiyaan terhadap sopir taksi online, Andriansyah. (Baca juga: Polisi Telah Periksa 11 Saksi dan Habib Bahar Terkait Penganiayaan 2018)

Peristiwa penganiayaan tersebut diduga terjadi pada 4 September 2018 silam di rumah tersangka Habib Bahar di Pondok Pesantren Tajul Alawiyin, Kemang, Kabupaten Bogor. "Jadi (hari ini). Diperiksanya di Lapas Gunung Sindur. Soal dia kooperatif atau tidak kami belum dapat laporan," kata CH Patoppoi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Senin Depan Polda Jabar Periksa Habib Bahar bin Smith Sebagai Tersangka Penganiayaan)

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Jabar menjadwalkan pemeriksaan terhadap Habib Bahar pada Senin 23 November 2020. Habib Bahar diperiksa sebagai tersangka kasus penganiayaan yang terjadi pada 4 September 2018 silam. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, izin memeriksa Habib Bahar telah diterima Ditreskrimum Polda Jabar dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). (Baca juga: KH Abdul Latif Madjid, Imam Besar Salawat Wahidiyah Kediri Wafat)



"Ya karena penyidik telah menerima izin memeriksa, maka dijadwalkan pemeriksaan pada 23 November 2019 sebagai tersangka penganiayaan terhadap sopir taksi online di rumahnya (Ponpes Tajul Alawiyin, Kemang, Bogor) beberapa waktu lalu," kata Erdi di Mapolda Jabar, Bandung, Rabu (18/11/2020).

Mengenai klaim kuasa hukum Habib Bahar bahwa korban Andriansyah, sopir taksi online telah mencabut laporan dan terjadi perdamaian dengan Habib Bahar pada Juni 2020, Kabid Humas menuturkan bahwa sampai saat ini penyidik belum menerima surat perdamaian dan pencabutan laporan tersebut.

"Kalau sudah diterima surat perdamaian dan pencabutan laporan itu, tentu penyidik akan melakukan klarifikasi terhadap korban dan pelaku. Selanjutnya penyidik akan melaksanakan gelar perkara kembali. Tapi sampais saat ini, kami belum menerima surat perdamaian dan pencabutan laporan tersebut," tutur Erdi.



Habib Bahar kembali ditetapkan tersangka oleh Kepolisian. Penetapan tersangka itu tercatat dalam surat nomor B/4094/X/2020/Ditreskrimum Polda Jabar tanggal 21 Oktober. Surat itu ditandatangani oleh Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes CH Patoppoi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top