INAPRO Expo 2020 Momentum Kebangkitan Ekonomi
Senin, 23 November 2020 - 01:01 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (tengah), didampingi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Ali Affandi (kiri) saat menghadiri penutupan INAPRO Expo 2020. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Pandemi COVID-19 berdampak cukup dalam terhadap kinerja ekonomi Jawa Timur (Jatim), termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya.
Pameran INAPRO Expo 2020 pun menjadi angin segar dan penyemangat bagi para UMKM. Pameran ini digelar selama empat hari, yakni Kamis (19/11/2020) hingga Minggu (22/11/2020) di Grand City.
"Kami harap, pameran yang digelar Kadin Jatim ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi Jatim dan Surabaya. Perhelatan ini juga menjadi angin segar bagi UMKM karena diberi kesempatan untuk kembali memamerkan dan menjual produk mereka setelah sekian lama vakum," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Ali Affandi di sela-sela penutupan INAPRO Expo, Minggu (22/11/2020).
Menurutnya, sejumlah langkah strategis dan taktis memang harus cepat dilaksanakan agar ekonomi bisa kembali bangkit.
Terlebih pandemi telah mengakibatkan ekonomi Jatim mengalami kontraksi sebesar 5,9% di triwulan ke II 2020 dan kontraksi sebesar 3,75% di triwulan III 2020.
Pameran INAPRO Expo 2020 pun menjadi angin segar dan penyemangat bagi para UMKM. Pameran ini digelar selama empat hari, yakni Kamis (19/11/2020) hingga Minggu (22/11/2020) di Grand City.
"Kami harap, pameran yang digelar Kadin Jatim ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi Jatim dan Surabaya. Perhelatan ini juga menjadi angin segar bagi UMKM karena diberi kesempatan untuk kembali memamerkan dan menjual produk mereka setelah sekian lama vakum," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Ali Affandi di sela-sela penutupan INAPRO Expo, Minggu (22/11/2020).
Menurutnya, sejumlah langkah strategis dan taktis memang harus cepat dilaksanakan agar ekonomi bisa kembali bangkit.
Terlebih pandemi telah mengakibatkan ekonomi Jatim mengalami kontraksi sebesar 5,9% di triwulan ke II 2020 dan kontraksi sebesar 3,75% di triwulan III 2020.
Lihat Juga :