Machfud Arifin-Mujiaman Dinilai Lebih Menguasai Permasalahan Surabaya

loading...
Machfud Arifin-Mujiaman Dinilai Lebih Menguasai Permasalahan Surabaya
Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya, Prof Kacung Marijan, menilai Pasangan Machfud Arifin-Mujiaman sangat menguasai permasalahan yang ada di Kota Pahlawan. (Ist)
SURABAYA - Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya, Prof Kacung Marijan, menilai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiamansangat menguasai permasalahan yang ada di Kota Pahlawan.

Dalam debatyang mengangkat tema 'Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Surabaya itu diwarnai dengan saling melontarkan argumen dan juga kritik antar paslon. "Machfud Arifin-Mujiaman sangat menguasai permasalahan seperti pelayanan masyarakat, kemiskinan dan pengangguran, serta layanan kesehatan untuk lansia," ujarnya.

Prof Kacung Marijan menyebutkan juga, kemahiran pasangan calon nomor urut 2 itu terlihat saat menjawab semua pertanyaan paslon 1 dengan tenang dan diperkuat oleh data-data dari pemerintah kota maupun nasional serta berdasarkan kenyataan di lapangan.

Tidak hanya itu, karena kemampuannya, Kacung mengatakan, kerja sama antara Machfud Arifin-Mujiaman mampu membagi waktu dan kesempatan untuk saling memberikan statemen. "Mereka berdua saling melengkapi dalan hal pembagian waktu. Kayak sudah tahu di detik kapan, yang harus ngomong itu siapa. Jadi sangat lengkap, pendapatnya juga ada, terus waktunya cukup," ucapnya.



Seperti, persoalan dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Paslon nomor 2 cukup prihatin dengan kondisi pertumbuhan manusia yang hanya 2 persen sedangkan penganguran naik 26 persen atau 151 ribu lebih. (Baca: Geger, Mayat Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap Ditemukan di Saluran Air).

"Paslon nomor 2 dalam program lebih menekankan untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran dengan melakukan teroboson seperti merevitalisasi pasar-pasar, memanfaatkan aset-aset dan meningkatkan kualitas BUMD Surabaya. Mereka yakin dengan cara itu mampu menyerap tenaga kerja yang begitu banyak ," tuturnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top