Ekonom Turut Komentari Debat Pilkada Putaran Kedua, Soroti Anggaran hingga Emosi Akhyar
Sabtu, 21 November 2020 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
"Realisasi belanja yang tidak optimal akan menjadikan belanja pemerintah rendah dari yang seharusnya. APBD Kota Medan setiap tahun rata-rata ditetapkan sekitar Rp5 triliun. Namun realisasinya memang di bawah itu. Artinya ada anggaran yang tidak termanf,aatkan. Efisiensi memang bisa tetapi apakah outputnya berkualitas atau salah dalam membuat anggaran," papar Wahyu. BACA JUGA: Oknum TNI Terlibat Penggelapan Puluhan Mobil dan Motor di Pematangsiantar
Wahyu juga melihat Akhyar kerap bernada tinggi dalam menjelaskan persoalan dan pertanyaan saat debat. "Dari sisi gaya menjawab, incumben kurang mampu mengendalikan emosi. Dalam memberikan informasi kepada publik gayanya tidak perlu terlalu tergesa-gesa dan keras. Karena pelayan publik itu harus tenang menyikapi permasalahan," kritik Wahyu.
Yang juga menarik adalah gagalnya Pemko Medan menarik dana dari pusat. Seolah buka aib sendiri Akhyar jelaskan sejak 2013 Pemko Medan lewat Eldin sebagai wali kota saat itu sudah meminta bantuan pusat tapi tidak diberikan.
"Kegagalan Pemko Medan mendapat bantuan dari pemerintah pusat, tentunya merupakan kegagalan pemerintah daerah apalagi jika itu permasalahan penting. Rasanya keseriusan dalam meminta dan harus berulang-ulang. Apalagi ada bukti-bukti kuat yang diserahkan kepada pemerintah pusat, jika proposal dibuat alakadarnya, maka akan kalah oleh daerah lain yang membuat proposal lebih baik. Karena anggaran pusat juga terbatas," pungkas Wahyu. BACA JUGA: Jalan Nasional di Simalungun Hancur Dihantam Longsor
Wahyu juga melihat Akhyar kerap bernada tinggi dalam menjelaskan persoalan dan pertanyaan saat debat. "Dari sisi gaya menjawab, incumben kurang mampu mengendalikan emosi. Dalam memberikan informasi kepada publik gayanya tidak perlu terlalu tergesa-gesa dan keras. Karena pelayan publik itu harus tenang menyikapi permasalahan," kritik Wahyu.
Yang juga menarik adalah gagalnya Pemko Medan menarik dana dari pusat. Seolah buka aib sendiri Akhyar jelaskan sejak 2013 Pemko Medan lewat Eldin sebagai wali kota saat itu sudah meminta bantuan pusat tapi tidak diberikan.
"Kegagalan Pemko Medan mendapat bantuan dari pemerintah pusat, tentunya merupakan kegagalan pemerintah daerah apalagi jika itu permasalahan penting. Rasanya keseriusan dalam meminta dan harus berulang-ulang. Apalagi ada bukti-bukti kuat yang diserahkan kepada pemerintah pusat, jika proposal dibuat alakadarnya, maka akan kalah oleh daerah lain yang membuat proposal lebih baik. Karena anggaran pusat juga terbatas," pungkas Wahyu. BACA JUGA: Jalan Nasional di Simalungun Hancur Dihantam Longsor
(zai)
Lihat Juga :