Ekonom Turut Komentari Debat Pilkada Putaran Kedua, Soroti Anggaran hingga Emosi Akhyar
Sabtu, 21 November 2020 - 23:21 WIB
loading...
Pengamat ekonom Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Pratomo. (Foto: SINDONews/Ist)
A
A
A
MEDAN - Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Pratomo menyaksikan debat kandidat putaran kedua Pilkada Medan , Sabtu (21/11/2020). Pengelolaan anggaran Pemko Medan turut disorot. Apalagi hal itu terungkap ketika debat, bahwa realisasi angaran yang kerap tak tercapai. BACA JUGA: AKhyar-Salman Paparkan Hak Perempuan dan Balita
Yang menarik, kata Wahyu, dana ada namun anehnya tidak bisa mengelola. Padahal banyak infrastruktur publik yang butuh perbaikan dan pembangunan.Soal penampilan saat debat, Wahyu juga bilang pasangan Akhyar-Salman tampil kaku dan formal.
"Paslon nomor dua lebih santai yang menunjukkan gaya anak muda yang energik,tidak menonjolkan formalitas. Perkembangan Kota Medan jauh tertinggal dibandingkan kota lainnya. Sebutan Medan kota terbesar nomor 3 di Indonesia rasanya sudah tidak benar lagi. Dari sisi mana Medan nomor 3 terbesar, secara ekonomi Medan memiliki PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang menunjukkan skala ekonomi nomor 9, saat ini di bawah 5 kota di DKI, Surabaya, Bekasi, dan Bandung," kata Wahyu. BACA JUGA: Kahiyang Ayu-Shaula Tampil Kompak Dampingi Suami di Debat Pilkada Putaran Kedua
Ketertinggalan Kota Medan tak lepas dari buruknya pengelolaan."Jadi sudah jauh tertinggal karena selama ini karena salah dikelola. Jadi Kota Medan memang harus dibangun dengan serius mengejar ketertinggalan. Untuk itu Wali kota terpilih harus sering ke lapangan, mencari permasalahan publik dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu perlu energitas tinggi," lanjut Wahyu.
Terkait anggaran, Wahyu tak menampik bahwa anggaran Kota Medan selama ini tidak jelas karena pemerintah Kota Medan tidak pernah mengumumkannya ke publik.
Yang menarik, kata Wahyu, dana ada namun anehnya tidak bisa mengelola. Padahal banyak infrastruktur publik yang butuh perbaikan dan pembangunan.Soal penampilan saat debat, Wahyu juga bilang pasangan Akhyar-Salman tampil kaku dan formal.
"Paslon nomor dua lebih santai yang menunjukkan gaya anak muda yang energik,tidak menonjolkan formalitas. Perkembangan Kota Medan jauh tertinggal dibandingkan kota lainnya. Sebutan Medan kota terbesar nomor 3 di Indonesia rasanya sudah tidak benar lagi. Dari sisi mana Medan nomor 3 terbesar, secara ekonomi Medan memiliki PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang menunjukkan skala ekonomi nomor 9, saat ini di bawah 5 kota di DKI, Surabaya, Bekasi, dan Bandung," kata Wahyu. BACA JUGA: Kahiyang Ayu-Shaula Tampil Kompak Dampingi Suami di Debat Pilkada Putaran Kedua
Ketertinggalan Kota Medan tak lepas dari buruknya pengelolaan."Jadi sudah jauh tertinggal karena selama ini karena salah dikelola. Jadi Kota Medan memang harus dibangun dengan serius mengejar ketertinggalan. Untuk itu Wali kota terpilih harus sering ke lapangan, mencari permasalahan publik dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu perlu energitas tinggi," lanjut Wahyu.
Terkait anggaran, Wahyu tak menampik bahwa anggaran Kota Medan selama ini tidak jelas karena pemerintah Kota Medan tidak pernah mengumumkannya ke publik.
Lihat Juga :