Sembalun NTB Bakal Jadi Sentra Hortikultura Kentang Nasional

loading...
Sembalun NTB Bakal Jadi Sentra Hortikultura Kentang Nasional
Kawasan Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan jadi sentra pengembangan produksi hortikultura kentang nasional, termasuk pembenihan. Foto/Ist
LOMBOK TIMUR - Kawasan Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan jadi sentra pengembangan produksi hortikultura kentang nasional, termasuk pembenihan. Kawasan Sembalun sangat potensial karena didukung agroklimat yang sesuai dan petani yang berpengalaman.

“Sembalun enjadi salah satu penghasil utama komoditas hortikultura, khususnya tanaman kentang, di Kabupaten Lombok Timur,” kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo saat panen raya kentang pada lahan demonstration plot (demplot) Desa Sajan, Sembalun, Rabu (18/11/2020). (Baca juga: Pandemi Bikin Angka Kelaparan Naik Dua Kali Lipat, Saatnya Reformasi Sistem Pangan)

Dia menjelaskan bahwa di masa pandemi COVID-19 ini, peran sektor pertanian menjadi semakin penting dan strategis. Sehingga produksi harus semakin digenjot, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra pertanian. (Baca juga: Gempa 5,3 SR Guncang Pesisir Selatan hingga Padang)

Oleh karena itu, Petrokimia Gresik berkomitmen mendukung upaya tersebut dengan menjadikan Desa Sajan, Sembalun sebagai kampung percontohan demonstration plot. "Selain pupuk, kami juga bekerja sama dengan anak perusahaan Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku untuk memberikan kawalan pengendalian hama agar hasilnya lebih optimal," imbuh Dwi Satriyo.

Dengan meningkatnya produktivitas tanaman kentang, diharapkan bisa membantu pemerintah mengamankan stok pangan nasional dan juga dapat mendongkrak kesejahteraan petani di Sembalun. Demplot di Sembalun ini merupakan pilot project untuk tanaman kentang dengan menggunakan tiga formulasi pemupukan Petrokimia Gresik.



Dia berharap formulasi pemupukan rekomendasi Petrokimia Gresik ini dapat diduplikasi oleh petani kentang lainnya di Sembalun atau Lombok Timur. “Ke depan program ini akan dikloning dan diaplikasikan di berbagai daerah lainnya di tanah air, dari Sembalun untuk Indonesia," tandas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Pembina Penyuluh Swadaya Sembalun, Pending Dadih menjelaskan bahwa demplot Petrokimia Gresik ini tidak hanya mampu menggenjot produktivitas tanaman. Namun kentang yang dihasilkan juga berkualitas premium, sehinga tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tapi sudah bisa masuk sebagai bahan baku di industri makanan.

"Ini yang dibutuhkan petani kentang tidak hanya produktivitas tinggi, tapi kualitas yang premium. Apabila sudah masuk ke industri, petani mempunyai jaringan pemasaran yang sudah terjaga," ujarnya.



Tokoh masyarakat Sembalun, Aziz mengungkapkan bahwa potensi lahan hortikultura Sembalun seluas 2.700 ha. Untuk kentang, petani Sembalun mampu produksi hingga 6.000 ton setahun. Dengan ada perlakukan seperti demplot Petrokimia Gresik akan ada peningkatan sekitar 40%.

"Rata-rata produksi kentang industri nasional antara 12 sampai 15 ton per hektare, sedangkan di Sembalun bisa 18 sampai 20 ton. Demplot ini mampu menghasilkan hingga 32 ton kentang," ungkapnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top