Harapan Gubernur Khofifah Terhadap Pusat Studi Jawa Timur
Sabtu, 14 November 2020 - 02:55 WIB
loading...
A
A
A
Khofifah juga menjelaskan agar Pusat Studi ini terhubung dengan Dinas Kominfo Jatim, Bappeda Provinsi serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menyediakan layanan informasi digital tentang perencanaan dan progress pembangunan di Jawa Timur.
Khofifah yakin bahwa dalam bangsa yang besar selalu menempatkan dasar- dasar kemanusiaan sebagaimana adab keunggulan.(Baca juga: Dampak Pandemi COVID-19, 585 Buruh Mojokerto Jadi Korban PHK )
Di dalam khasanah Islam kita punya konsep luhur untuk mengangkat harkat dan martabat manusia dan peradaban yang kita kenal dengan Al Kulliyatul Khams.
"Al Kulliyatul Khams ini yang harus diterjemahkan oleh para cendikiawan masa kini, dan dipraktekkan oleh penyelenggara negara, pemimpin masyarakat, dunia pendidikan tinggi bahkan generasi mendatang dalam dunia nyata", tandasnya
Kalau Unisma punya jargon Dari NU Untuk Indonesia dan Peradaban Dunia maka sangat perlu melakukan kajian strategis sekaligus menghidupkan Al Kullyatul Khams ini. Nilai nilai itu ialah khifdud diin ( melindungi agama) ; khifdun nafs (melindungi jiwa); khifdul maal (melindungi harta); ( khifdul irdhi wan nasl ( melindungi martabat dan keturunan) serta khifdul aql ( melindungi hak berpendapat). Kalau nilai nilai itu bisa dirumuskan kembali dalam dinamika multi kultur tentu bisa membangkitkan kembali kejayaan peradaban bangsa Indonesia dan propinsi Jawa Timur .
Khofifah yakin bahwa dalam bangsa yang besar selalu menempatkan dasar- dasar kemanusiaan sebagaimana adab keunggulan.(Baca juga: Dampak Pandemi COVID-19, 585 Buruh Mojokerto Jadi Korban PHK )
Di dalam khasanah Islam kita punya konsep luhur untuk mengangkat harkat dan martabat manusia dan peradaban yang kita kenal dengan Al Kulliyatul Khams.
"Al Kulliyatul Khams ini yang harus diterjemahkan oleh para cendikiawan masa kini, dan dipraktekkan oleh penyelenggara negara, pemimpin masyarakat, dunia pendidikan tinggi bahkan generasi mendatang dalam dunia nyata", tandasnya
Kalau Unisma punya jargon Dari NU Untuk Indonesia dan Peradaban Dunia maka sangat perlu melakukan kajian strategis sekaligus menghidupkan Al Kullyatul Khams ini. Nilai nilai itu ialah khifdud diin ( melindungi agama) ; khifdun nafs (melindungi jiwa); khifdul maal (melindungi harta); ( khifdul irdhi wan nasl ( melindungi martabat dan keturunan) serta khifdul aql ( melindungi hak berpendapat). Kalau nilai nilai itu bisa dirumuskan kembali dalam dinamika multi kultur tentu bisa membangkitkan kembali kejayaan peradaban bangsa Indonesia dan propinsi Jawa Timur .
Lihat Juga :