Gelombang Tinggi dan Membahayakan, Nelayan Surabaya Dilarang Melaut
Jum'at, 13 November 2020 - 15:02 WIB
loading...
Gelombang air pasang masih menjadi ancaman bagi nelayan di pantai timur Surabaya. Mereka masih dilarang melaut karena ada ancaman gelombang yang besar. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Gelombang air laut pasang masih menjadi ancaman serius bagi para nelayan di Kota Pahlawan. Mereka dilarang melaut serta delapan pos nelayan disiagakan untuk memantau semua perkembangan. (Baca juga: Gempar Air PDAM Kota Malang Bercampur Solar, Wali Kota: Ini Ada Unsur Pidana )
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya , Irvan Widyanto menuturkan, para nelayan dilarang melaut terlebih dahulu dalam beberapa hari ke depan. Keputusan itu didapat setelah ada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang akan terjadinya gelombang air pasang di pesisir timur Surabaya.
"Untuk mengantisipasi dampak terjadinya gelombang air pasang, kami telah menempatkan delapan pos pantau yang lokasinya tersebar di pesisir pantai Surabaya," kata Irvan, Jumat (13/11/2020). (Baca juga: Tak Ingin Mati Akibat Pandemi, Pemandu Wisata Ini Racik Wedang Uwuh )
Ia melanjutkan, keberadaan delapan pos pantau itu berada di Rumah Pompa Balung dan Rusun Romokalisari untuk Pos Pantau Pesisir Utara. Selanjutnya, berada di Sentra Ikan Bulak (SIB), Eks Rumah Pompa Wonorejo II, SMPN 30 Medokan Semampir, dan Kecamatan Gunung Anyar untuk Pos Pantau Pesisir Timur. Kemudian, berada di Kelurahan Sumberejo dan Kelurahan Karang Pilang untuk Pos Pantau Pesisir Barat.
"Kalau terjadi lagi, SIB kita siapkan khusus untuk pesisir bulak. Jadi nanti kalau memang terjadi lagi gelombang tinggi, sehingga rumah itu sementara tidak bisa ditempati maka evakuasi kita siapkan di SIB," ucapnya. (Baca juga: Korban BMW Cash Mengamuk, Kepung Rumah Pemilik Bisnis Investasi Bodong )
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya , Irvan Widyanto menuturkan, para nelayan dilarang melaut terlebih dahulu dalam beberapa hari ke depan. Keputusan itu didapat setelah ada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang akan terjadinya gelombang air pasang di pesisir timur Surabaya.
"Untuk mengantisipasi dampak terjadinya gelombang air pasang, kami telah menempatkan delapan pos pantau yang lokasinya tersebar di pesisir pantai Surabaya," kata Irvan, Jumat (13/11/2020). (Baca juga: Tak Ingin Mati Akibat Pandemi, Pemandu Wisata Ini Racik Wedang Uwuh )
Ia melanjutkan, keberadaan delapan pos pantau itu berada di Rumah Pompa Balung dan Rusun Romokalisari untuk Pos Pantau Pesisir Utara. Selanjutnya, berada di Sentra Ikan Bulak (SIB), Eks Rumah Pompa Wonorejo II, SMPN 30 Medokan Semampir, dan Kecamatan Gunung Anyar untuk Pos Pantau Pesisir Timur. Kemudian, berada di Kelurahan Sumberejo dan Kelurahan Karang Pilang untuk Pos Pantau Pesisir Barat.
"Kalau terjadi lagi, SIB kita siapkan khusus untuk pesisir bulak. Jadi nanti kalau memang terjadi lagi gelombang tinggi, sehingga rumah itu sementara tidak bisa ditempati maka evakuasi kita siapkan di SIB," ucapnya. (Baca juga: Korban BMW Cash Mengamuk, Kepung Rumah Pemilik Bisnis Investasi Bodong )
Lihat Juga :