Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Warga Magelang Gempar, Ada Awan Mirip Semar di Atas Merapi

loading...
Warga Magelang Gempar, Ada Awan Mirip Semar di Atas Merapi
Awan mirip semar terlihat dari Sawangan, Magelang. Foto/Instagram/@merapiuncover
SLEMAN - Di tengah status siaga Gunung Merapi , viral unggahan foto awan di media sosial yang mirip sosok tokoh punakawan Semar . Awan mirip Semar ini terpantau dari Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (12/11/2020). (Baca juga: Terkubur 61 Tahun, Jejak Trem Malang Kembali Muncul ke Permukaan )

Akun Instagram @merapi_uncover yang mengunggah foto a wan mirip Semar tersebut. Dalam unggahan itu, juga disertai keterangan: " Awan pagi tadi, mirip siapa ya Lurd?".

Warga Magelang Gempar, Ada Awan Mirip Semar di Atas Merapi


Unggahan ini pun mendapatkan banyak komentar dari warganet, salah satunya datang dari @hendriek05 yang berkomentar, " Semar lagi mabur po ya?". Lalu, warganet lainnya @rarrie_arum berkomentar, "Mbah Semar sampun muncul, mugi Merapi senantiasa mandali"



Namun, beberapa warganet justru memiliki persepsi lain terhadap bentuk awan tersebut, seperti mirip Donald Trump, tokoh kartun Casper, dan ada yang menyebut mirip Mbah Maridjan. (Baca juga: Maling Besi di Bengkel Las di Padang Ini Tak Sadar Wajahnya Terekam Kamera CCTV )

Sedangkan, menurut prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa, awan yang berbentuk mirip sosok atau sesuatu itu sebagai fenomena alam biasa.



"Masyarakat umum menyebut awan ini sebagai awan topi, awan tudung atau juga awan kanopi karena seolah menjadi penutup yang menyelubungi puncak gunung," paparnya. (Baca juga: Gunung Merapi Siaga, BNPB: 1.294 Pengungsi di Empat Kabupaten Sudah Dievakuasi )

Awan Lenticularis mulai terbentuk saat arus angin yang mengalir sejajar permukaan bumi mendapat hambatan dari obyek tertentu seperti pegunungan. Akibat hambatan tersebut, arus udara tersebut bergerak naik secara vertikal menuju puncak awan. "Biasa terjadi saat angin kencang bertiup melintasi puncak gunung ," jelasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top