Mahasiswa Kena Peluru Nyasar saat Penyergapan Narkoba, Polda Sumsel: Itu Rekoset Saja
Rabu, 11 November 2020 - 17:39 WIB
loading...
Pebri (23) seorang mahasiswa di Palembang diduga menjadi korban salah tembak saat aparat Ditresnarkoba Polda Sumsel melakukan penyergapan terhadap lima tersangka.(Foto/Ilustrasi)
A
A
A
PALEMBANG - Pebri (23) seorang mahasiswa di Palembang diduga menjadi korban peluru nyasar saat aparat Ditresnarkoba Polda Sumsel melakukan penyergapan terhadap lima tersangka.
Penyergapan itu terkait pengedaran kasus pengedaran narkoba di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Akubank.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, kejadian ini berawal dari dilakukannya penghadangan oleh anggota terhadap lima pelaku pengedaran narkoba di kawasan TPU Nagaswidak. Dari kejadian tersebut, polisi sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan. (BACA JUGA: 2 Polisi di Lampung Ditahan Terkait Kasus Mahasiswa Tertembak Peluru Nyasar)
"Mendengar adanya suara tembakan membuat masyarakat di sekitar TKP mendekat ke TKP. Jadi kita belum tahu, karena kejadian pertama terjadi pada pukul 20.00 WIB. Nah pukul 23.00 WIB kita baru mendapat informasi bahwa ada satu warga atas nama Pebri warga OPI terkena peluru," ujar Supriadi, Rabu (11/11/2020).
Atas kejadian tersebut, kata Supriadi, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait adanya warga yang terkena peluru pada saat melakukan penangkapan di depan STIE Akubank.
Penyergapan itu terkait pengedaran kasus pengedaran narkoba di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Akubank.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, kejadian ini berawal dari dilakukannya penghadangan oleh anggota terhadap lima pelaku pengedaran narkoba di kawasan TPU Nagaswidak. Dari kejadian tersebut, polisi sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan. (BACA JUGA: 2 Polisi di Lampung Ditahan Terkait Kasus Mahasiswa Tertembak Peluru Nyasar)
"Mendengar adanya suara tembakan membuat masyarakat di sekitar TKP mendekat ke TKP. Jadi kita belum tahu, karena kejadian pertama terjadi pada pukul 20.00 WIB. Nah pukul 23.00 WIB kita baru mendapat informasi bahwa ada satu warga atas nama Pebri warga OPI terkena peluru," ujar Supriadi, Rabu (11/11/2020).
Atas kejadian tersebut, kata Supriadi, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait adanya warga yang terkena peluru pada saat melakukan penangkapan di depan STIE Akubank.
Lihat Juga :