Langgar PSBB, Emak-emak di Cirebon Mengamuk Tokonya Ditutup Satpol PP
Sabtu, 09 Mei 2020 - 16:09 WIB
loading...
Sejumlah pedagang menolak saat petugas gabungan melakukan penyisiran dan penutupan toko di di pusat grosir Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/5). Foto/Miftahudin
A
A
A
CIREBON - Tidak terima tokonya ditertibkan atau ditutup, sejumlah pedagang non prioritas seperti pakain jadi di pusat grosir Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/5) mengamuk dan memaki petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Cirebon.
Sejumlah pedagang di pusat berbelanjaan Kota Cirebon menghadang dan melakukam penolakan saat petugas gabungan melakukan penyisiran terhadap seluruh toko. Dalam penertiban tersebut, terdapat salah seorang pedagang yang mengamuk sambil memaki petugas.
Mereka merasa tidak terima dengan adanya kebijakan untuk menutup toko non prioritas dengan alasan berkurangnya pendapatan.
Menghadapi pedagang yang menolak, petugas Satuan Polisi Pamong Praja memberikan pemahaman terhadap pedagang tersebut untuk mengikuti intruksi pemerintah. Merekapun dengan berat hati menerima kebijakan tersebut.
Kasatpol PP Kota Cirebon Andi Armawan mengatakan, kegiatan monitoring sekaligus tindakan PSBB ini untuk memutus mata rantai sebaran COVID- 19 di Kota Cirebon. Keberadaan lokasi keramaian ini sangat berpengaruh terhadap penularan virus mematikan ini.
Sejumlah pedagang di pusat berbelanjaan Kota Cirebon menghadang dan melakukam penolakan saat petugas gabungan melakukan penyisiran terhadap seluruh toko. Dalam penertiban tersebut, terdapat salah seorang pedagang yang mengamuk sambil memaki petugas.
Mereka merasa tidak terima dengan adanya kebijakan untuk menutup toko non prioritas dengan alasan berkurangnya pendapatan.
Menghadapi pedagang yang menolak, petugas Satuan Polisi Pamong Praja memberikan pemahaman terhadap pedagang tersebut untuk mengikuti intruksi pemerintah. Merekapun dengan berat hati menerima kebijakan tersebut.
Kasatpol PP Kota Cirebon Andi Armawan mengatakan, kegiatan monitoring sekaligus tindakan PSBB ini untuk memutus mata rantai sebaran COVID- 19 di Kota Cirebon. Keberadaan lokasi keramaian ini sangat berpengaruh terhadap penularan virus mematikan ini.
Lihat Juga :