15 Ribu Alat Rapid Test Virus Corona Disebar ke Seluruh Sulsel
Kamis, 16 April 2020 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Lalu pada kategori PDP, total sebanyak 427 orang. Dengan rincian, 209 dirawat, 196 sehat, dan 22 meninggal. Sementara angka kasus positif dikatakan Ichsan bertambah 10 pasien baru dengan total menjadi 240 kasus, dimana 42 orang sudah dinyatakan sembuh, lalu 176 masih dirawat, 22 orang meninggal.
Ichsan melanjutkan, rapid tes ini cukup efektif sebagai upaya screening meski tidak dilakukan secara masal atau seluruh masyarakat. Diutamakan hanya kepada individu yang diduga melakukan kontak langsung dengan pasien positif terpapar Covid-19.
Namun demikian, dia tak menampik hasil tes cepat ini bisa saja menunjukkan reaktif namun tidak tepat menunjukkan adanya infeksi covid-19. Dalam hal ini, kata Ichsan, diistilahkan sebagai false positive-negative atau positif/negatif palsu.
"Itu bisa saja terjadi karena ada beberapa hal. Yang paling utama bahwa rapid test bisa positif pada orang-orang dengan cross reaction namanya. Adalah kondisi dimana bahwa ada memang virus didalam (tubuh), tapi virus flu misalnya, itu bisa menimbulkan istilahnya positif palsu. Tapi sedikit saja yang terjadi seperti itu," kata dia.
Kalaupun dari seseorang tanpa gejala melakukan rapid test yang hasilnya menunjukkan positif, maka direkomendasikan untuk isolasi mandiri di rumah. Namun jika ada dinyatakan positif disertai gejala, maka kembali dilakukan pemeriksaan PCR atau Polimerase Chain Reaction melalui metode swab.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin menyebutkan, Pemprov Sulsel sebelumnya telah mendistribusikan sekira 1.300 alat rapid test khusus Kota Makassar. Selain warga yang diduga pernah kontak dengan pasien positif, rapid test juga dilakukan untuk tenaga medis di rumah sakit
Ichsan melanjutkan, rapid tes ini cukup efektif sebagai upaya screening meski tidak dilakukan secara masal atau seluruh masyarakat. Diutamakan hanya kepada individu yang diduga melakukan kontak langsung dengan pasien positif terpapar Covid-19.
Namun demikian, dia tak menampik hasil tes cepat ini bisa saja menunjukkan reaktif namun tidak tepat menunjukkan adanya infeksi covid-19. Dalam hal ini, kata Ichsan, diistilahkan sebagai false positive-negative atau positif/negatif palsu.
"Itu bisa saja terjadi karena ada beberapa hal. Yang paling utama bahwa rapid test bisa positif pada orang-orang dengan cross reaction namanya. Adalah kondisi dimana bahwa ada memang virus didalam (tubuh), tapi virus flu misalnya, itu bisa menimbulkan istilahnya positif palsu. Tapi sedikit saja yang terjadi seperti itu," kata dia.
Kalaupun dari seseorang tanpa gejala melakukan rapid test yang hasilnya menunjukkan positif, maka direkomendasikan untuk isolasi mandiri di rumah. Namun jika ada dinyatakan positif disertai gejala, maka kembali dilakukan pemeriksaan PCR atau Polimerase Chain Reaction melalui metode swab.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin menyebutkan, Pemprov Sulsel sebelumnya telah mendistribusikan sekira 1.300 alat rapid test khusus Kota Makassar. Selain warga yang diduga pernah kontak dengan pasien positif, rapid test juga dilakukan untuk tenaga medis di rumah sakit
Lihat Juga :