Dugaan Pupuk Subsidi Aspal di Tulungagung, Petrokimia Serahkan Polisi

Kamis, 05 November 2020 - 19:05 WIB
loading...
Dugaan Pupuk Subsidi...
ilustrasi
A A A
TULUNGAGUNG - Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung , Jawa Timur, memastikan sak pupuk NPK Phonska yang diduga palsu dan tengah diselidiki aparat kepolisian tersebut, adalah sak pupuk subsidi.

"Kalau melihat dari saknya bisa dipastikan asli," ujar Kasi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Tri Widyo Basuki saat dihubungi Sindonews.com Kamis (5/11/2020).

Pupuk NPK Phonska subsidi yang diduga aspal tersebut ditemukan petani di wilayah Desa Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung. Petani membeli di kios pupuk tidak resmi dengan bandrol Rp 190 ribu per sak. (Baca juga: Pastikan Pupuk Subsidi Aspal, Polisi Tulungagung Tunggu Hasil Lab )

Sementara di kios resmi sesuai HET (Harga Eceran Tetap) hanya Rp 115 ribu. Meski benang jahitannya tidak rapi, menurut Tri Widyo Basuki, penggunaan sak pupuk subsidi cukup mengagetkan.

"Kalau nantinya benar pupuk palsu, sak nya didapat dari mana perlu ditelusuri," kata Oki begitu biasa disapa. Selain sak dengan benang jahitan yang tidak lazim, para petani yang terlanjur beli juga merasakan hal yang beda saat meletakkan butiran pupuk di genggaman tangan. Umumnya, karena mengandung nitrogen, phosphor, kalium dan sulpur, pupuk Phonska berasa dingin. (Baca juga: Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Uang Palsu Senilai Rp16 Miliar )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Truk Pupuk Diprioritaskan di Tengah Kelangkaan Solar
Lewat Program Pestani,...
Lewat Program Pestani, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Melon Pantura
Mentan Amran dan KSP...
Mentan Amran dan KSP Qodari Sidak Kios Pupuk di Lampung
Revolusi Pupuk Nasional:...
Revolusi Pupuk Nasional: Pemerintah Revitalisasi Industri dan Bersihkan Rantai Mafia
HUT Petrokimia Gresik,...
HUT Petrokimia Gresik, Pika PI dan Pika PG Bagikan Sembako untuk Ojol Perempuan
Stok Pupuk Bersubsidi...
Stok Pupuk Bersubsidi 437.900 Ton, Petani Sambut Musim Tanam April dengan Aman
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Krisis Pupuk Akibat...
Krisis Pupuk Akibat Perang Iran, Uni Eropa Andalkan Kotoran Sapi
Imbas Selat Hormuz Ditutup,...
Imbas Selat Hormuz Ditutup, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia
Rekomendasi
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved