Balita 3 Tahun Reaktif Meninggal Dimakankan Secara Protokol COVID-19
Senin, 02 November 2020 - 05:08 WIB
loading...
Seorang balita berumur 3 tahun asal Kelurahan Dawi – Dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) dimakamkan secara protokol COVID-19 pada Minggu siang (01/11/2020) setelah dinyatakan reaktif oleh tim dokter sesuai hasil rapi
A
A
A
KOLAKA - Seorang balita berumur 3 tahun asal Kelurahan Dawi – Dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) dimakamkan secara protokol COVID-19 pada minggu siang (01/11/2020) setelah dinyatakan reaktif oleh tim dokter sesuai hasil rapid test.
Balita yang baru satu hari dirawat di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka (RSBG) merupakan rujukan dari Puskesmas Dawi - Dawi Kecamatan Pomalaa. Namun karena kondisinya kian memburuk akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka pada Minggu pukul 05.00 Wita.
Menurut juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kolaka dr. Muh. Aris mengatakan, sebelum meninggal dunia balita tersebut dirujuk ke RSBG Kolaka karena menderita batuk sesak yang disertai demam. Demam yang dideritanya telah berlanhsung sejak sebulan yang lalu, namun karena kondisi semakin memburuk sehingga meninggal dunia di ruang isolasi RSBG Kolaka. (BACA JUGA: Sepuluh Balita di Indramayu Terkonfirmasi Positif COVID-19))
“Pasien tersebut merupakan rujukan dari puskesmas ke RSBG Kolaka sekitar pukul 13.00 wita, kondisi pasien batuk sesak disertai demam selama satu bulan lamanya meskipun hilang timbul” ungkapnya.
Lanjut Aris, hasil rapid test yang dilakukan oleh tim dokter menunjukkan pasien tersebut reaktif covid-19 sehingga termasuk kategori probable covid-19.
Balita yang baru satu hari dirawat di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka (RSBG) merupakan rujukan dari Puskesmas Dawi - Dawi Kecamatan Pomalaa. Namun karena kondisinya kian memburuk akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka pada Minggu pukul 05.00 Wita.
Menurut juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kolaka dr. Muh. Aris mengatakan, sebelum meninggal dunia balita tersebut dirujuk ke RSBG Kolaka karena menderita batuk sesak yang disertai demam. Demam yang dideritanya telah berlanhsung sejak sebulan yang lalu, namun karena kondisi semakin memburuk sehingga meninggal dunia di ruang isolasi RSBG Kolaka. (BACA JUGA: Sepuluh Balita di Indramayu Terkonfirmasi Positif COVID-19))
“Pasien tersebut merupakan rujukan dari puskesmas ke RSBG Kolaka sekitar pukul 13.00 wita, kondisi pasien batuk sesak disertai demam selama satu bulan lamanya meskipun hilang timbul” ungkapnya.
Lanjut Aris, hasil rapid test yang dilakukan oleh tim dokter menunjukkan pasien tersebut reaktif covid-19 sehingga termasuk kategori probable covid-19.
Lihat Juga :