Guru Privat Ini Rela Jual Jamu Keliling Untuk Bertahan Hidup di Tengah Pandemi
Rabu, 15 April 2020 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
Dampak virus corona ini juga dirasakan Nasrul. Penghasilan yang diterimannya pun ikut menurun. “Sekarang penghasilan sangat berkurang, orang-orang tidak banyak yang keluar rumah jadi agak sulit untuk menawarkan jamu secara langsung,” ungkap pria yang sempat mengenyam perkuliahan salah satu universitas negeri di Surabaya namun belum dapat terselesaikan karena faktor biaya ini.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya berjualan jamu, istri menjadi guru honorer di salah satu sekolah swasta di Surabaya. Penghasilan yang pas-pasan harus kami atur dengan bijak supaya bisa untuk biaya sekolah anak-anak di Pesantren dan biaya hidup sehari-hari,” tambah Nasrul.
Melalui program Operasi Beras Gratis ACT Jawa Timur, memberikan bantuan beras untuk warga prasejahtera di Surabaya. Nasrul dan beberapa masyarakat prasejahtera lainnya bisa sedikit menikmati hasil kepedulian dari masyarakat. Sejak Minggu (12/4) bersama Azhari School total sudah ada 1,5 ton beras yang disalurkan.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya berjualan jamu, istri menjadi guru honorer di salah satu sekolah swasta di Surabaya. Penghasilan yang pas-pasan harus kami atur dengan bijak supaya bisa untuk biaya sekolah anak-anak di Pesantren dan biaya hidup sehari-hari,” tambah Nasrul.
Melalui program Operasi Beras Gratis ACT Jawa Timur, memberikan bantuan beras untuk warga prasejahtera di Surabaya. Nasrul dan beberapa masyarakat prasejahtera lainnya bisa sedikit menikmati hasil kepedulian dari masyarakat. Sejak Minggu (12/4) bersama Azhari School total sudah ada 1,5 ton beras yang disalurkan.
(nbs)
Lihat Juga :