Dituduh Lakukan Ujaran Kebencian, Risma Dilaporkan ke Polda Jatim
Rabu, 28 Oktober 2020 - 10:36 WIB
loading...
Pelapor menunjukkan bukti-bukti laporan. Foto/SINDONews/HO/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini dilaporkan ke Polda Jatim, atas dugaan ujaran kebencian dan pembohongan publik. Risma melakukan dugaan pidana itu dalam acara kampanye bertajuk "Roadshow Online Berenerji" pada Minggu (18/10/2020).
(Baca juga: Spirit Lahirkan Pengganti Risma, PDIP: Tak Terbeli Sembako dan Sarung )
Bukan hanya Risma , Kepala BPB dan Linmas Surabaya , yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya , Irvan Widyanto juga ikut dilaporkan. Irvan diduga melakukan pembohongan publik dengan mengatakan kampanye Risma sudah mendapat izin Gubernur Jatim.
Ketua DPD KAI Jatim, Abdul Malik mengatakan, Risma melakukan pembohongan publik dengan mengaku Eri Cahyadi sebagai anaknya. "Yang fatal kebohongan publik, Risma mengatakan Eri sebagai anaknya, ini kata kuncinya, semuanya sudah tahu hubungan Risma dan Eri," ujarnya.
Bukan hanya itu, lanjutnya, pada saat itu Risma menuduh kalau bukan Eri yang menang dalam Pilwali Surabaya 2020, Kota Surabaya yang sudah dibangunnya selama 10 tahun akan dirusak. Ucapan Risma ini diduga mengandung provokasi publik.
"Kita minta pemilu jujur dan adil, bukan menjudge kalau bukan Eri yang terpilih Surabaya akan dirusak," ucapnya. (Baca juga: Libur Panjang, Arus Lalu Lintas di Salatiga Lancar )
(Baca juga: Spirit Lahirkan Pengganti Risma, PDIP: Tak Terbeli Sembako dan Sarung )
Bukan hanya Risma , Kepala BPB dan Linmas Surabaya , yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya , Irvan Widyanto juga ikut dilaporkan. Irvan diduga melakukan pembohongan publik dengan mengatakan kampanye Risma sudah mendapat izin Gubernur Jatim.
Ketua DPD KAI Jatim, Abdul Malik mengatakan, Risma melakukan pembohongan publik dengan mengaku Eri Cahyadi sebagai anaknya. "Yang fatal kebohongan publik, Risma mengatakan Eri sebagai anaknya, ini kata kuncinya, semuanya sudah tahu hubungan Risma dan Eri," ujarnya.
Bukan hanya itu, lanjutnya, pada saat itu Risma menuduh kalau bukan Eri yang menang dalam Pilwali Surabaya 2020, Kota Surabaya yang sudah dibangunnya selama 10 tahun akan dirusak. Ucapan Risma ini diduga mengandung provokasi publik.
"Kita minta pemilu jujur dan adil, bukan menjudge kalau bukan Eri yang terpilih Surabaya akan dirusak," ucapnya. (Baca juga: Libur Panjang, Arus Lalu Lintas di Salatiga Lancar )
Lihat Juga :