alexametrics

Kasus COVID-19 Pertama di Agam, 5 Petugas Puskesmas Dinyatakan Positif

loading...
Kasus COVID-19 Pertama di Agam, 5 Petugas Puskesmas Dinyatakan Positif
Petugas dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap mendatangi rumah pasien di Kecamatan Baso, Agam, Sumbar. Foto/iNews TV/Wahyu Sikumbang
A+ A-
AGAM - Sebanyak 5 petugas medis di beberapa Puskesmas di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Kasus ini menjadi yang pertama adanya warga yang positif COVID-19 di Agam.

Tenaga medis yang terpapar yakni 3 petugas Puskesmas Baso, 1 bidan desa di Sungai Cibadak Baso, dan 1 petugas Laboratorium Puskesmas Lubuk Basung. Petugas laboratorium diduga terpapar saat mengambil sampel swab pasien OTG (orang tanpa gejala) COVID-19 di Kecamatan Baso. Setelah 5 petugas medis dinyatakan positif, maka dilakukan penyemprotan disinfektan ke rumah pasien dan lokasi yang diduga dikunjungi. (Baca juga: Duel Maut Dua Pemuda di Tasikmalaya Satu Tewas)
Kasus COVID-19 Pertama di Agam, 5 Petugas Puskesmas Dinyatakan Positif

Wali Nagari Ampang Gadang, Rifki Syaiful menjelaskan, 2 orang yang di antara yang dinyatakan positif telah dijemput tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 di rumahnya masing-masing untuk dibawa ke rumah sakit rujukan di Kota Padang dan Bukittinggi.

"Dua hari lalu seorang warga dinyatakan positif COVID-19, berinisal DD wanita 50 tahun profesi tenaga medis Puskesmas Kecamatan Baso, lalu bertambah satu orang lagi dinyatakan positif inisial MZ wanita 44 tahun tenaga medis Puskesmas Kecamatan Canduang. Keduanya sudah dirawat di RS di Kota Padang. Seorang tenaga medis Agam lainnya inisial FA 31 tahun wanita tenaga medis Puskesmas Baso sudah 2 kali tes swab dengan hasil inklusif atau hasil ragu-ragu tidak meyakinkan sehingga harus tes swab yang ketiga semoga negatif," kata Rifki dalam keterangan pers yang diunggah di media sosial resminya.



Sementara paska terungkapnya kasus positif COVID-19 perdana di Agam, maka Bupati Agam Indra Catri menutup layanan Puskesmas yang tenaga medisnya terpapar, dan hanya membuka unit instalasi gawat darurat (IGD) sesuai protokol COVID-19. Penutupan itu sambil menunggu hasil tracking riwayat kontak pasien serta membawa pasien ke rumah sakit rujukan untuk dirawat.

Hingga Jumat (8/5/2020), sudah 9 orang dinyatakan positif COVID-19 di Agam. Selain 5 tenaga medis, 4 orang lainnya yakni warga dengan beragam profesi. Data tersebut merupakan hasil tracking dari pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial AG, warga Koto Baru, Baso.

Sedangkan 25 orang dinyatakan negatif dan selebihnya (18 orang) dinyatakan inkonklusif dan invalid perlu diulang. Bupati menyebutkan bahwa penyebaran virus Corona yang terungkap ini berkaitan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat, seperti kumpul-kumpul serta majelis taklim yang melibatkan banyak orang.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak