Meski PSBB, Kasus Positif COVID-19 di Surabaya Terus Naik
Kamis, 07 Mei 2020 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
“Surabaya saya tidak bisa cerita (penyebab tren kenaikan jumlah kasus positif COVID-19). Monggo (silahkan) dilihat sendiri (penyebabnya apa). Kalau mengharapkan langsung (kasus) turun tidak mungkin. Kalau Surabaya (jumlah kasus) tinggi, maka upayanya (pencegahan) harus tinggi. Ini kajian ilmiah, tidak ada kaitannya dengan politik,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga mengatakan, kenaikan jumlah kasus positif COVID-19, utamanya di Surabaya tidak menjadi indikasi PSBB gagal.
Menurutn dia, PSBB harus ditinjau dari dua sisi. Selain jumlah kasus, juga harus dilihat bagaimana upaya petugas, khususnya Polri dan TNI dalam melakukan tindakan pencegahan di lapangan. “Semuanya bergerak. Polisi juga melakukan penindakan terhadap warga yang melanggar PSBB. Ini konsekwensi dari penerapan PSBB,” kata Emil.
Data Pemprov Jatim menyebutkan, jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim pada Kamis (7/5/2020) bertambah 45 orang menjadi 1.265 orang. Penambahan 45 kasus baru itu rinciannya adalah masing-masing 1 dari Kota Batu, Lumajang, Gresik, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Kediri, dan Pacitan, lalu masing-masing 2 dari Lamongan, Magetan, Kabupaten Pasuruan. Lalu masing-masing 3 dari Kota Pasuruan, Kota Malang, dan Bojonegoro. Lalu 6 dari Surabaya dan 12 dari Sidoarjo.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga mengatakan, kenaikan jumlah kasus positif COVID-19, utamanya di Surabaya tidak menjadi indikasi PSBB gagal.
Menurutn dia, PSBB harus ditinjau dari dua sisi. Selain jumlah kasus, juga harus dilihat bagaimana upaya petugas, khususnya Polri dan TNI dalam melakukan tindakan pencegahan di lapangan. “Semuanya bergerak. Polisi juga melakukan penindakan terhadap warga yang melanggar PSBB. Ini konsekwensi dari penerapan PSBB,” kata Emil.
Data Pemprov Jatim menyebutkan, jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim pada Kamis (7/5/2020) bertambah 45 orang menjadi 1.265 orang. Penambahan 45 kasus baru itu rinciannya adalah masing-masing 1 dari Kota Batu, Lumajang, Gresik, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Kediri, dan Pacitan, lalu masing-masing 2 dari Lamongan, Magetan, Kabupaten Pasuruan. Lalu masing-masing 3 dari Kota Pasuruan, Kota Malang, dan Bojonegoro. Lalu 6 dari Surabaya dan 12 dari Sidoarjo.
(nth)
Lihat Juga :