Pembangunan Ruas Tol Palembang-Betung Mulai Digarap
Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:09 WIB
loading...
PT Waskita Toll Road (WTR) memulai pembangunan jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) seksi II ruas Palembang-Betung sepanjang 69,19 km. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Pembangunan jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) seksi II ruas Palembang-Betung sepanjang 69,19 km resmi dimulai. PT Waskita Toll Road (WTR) melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dimiliki yakni PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) melakukan groundbreaking pembangunan jalan tol ruas Palembang-Betung.
Dirjen Bina Marga, Hedi Rahadian mengatakan, ruas tol Kapal Betung memilik 3 seksi yakni, Seksi 1 ruas Kayu Agung-Jakabaring, Seksi 2 ruas Jakabaring-Kramasan-Musilandas dan seksi 3 ruas Musilandas-Betung. (Baca: Tol Pekanbaru-Dumai Diresmikan, Gubernur Riau Yakin Ekpor Impor Naik)
Pada bulan April 2020, kata Hedi, ruas tol Kapal Betung telah menyelesaikan seksi 1 yakni ruas Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33,5 Km, berikutnya pada tahap penyelesaian Seksi 2A Jakabaring-Kramasan sepanjang 9 Km dengan target akhir November 2020.
"Kelanjutan pembangunan jalan tol ini merupakan upaya peningkatan konektivitas antar wilayah dan pemenuhan kebutuhan jalan tol khususnya jalan tol Trans Sumatera yang merupakan Proyek Strategis Nasional ," ujar Hedi Rahadian saat Groundbreaking Tol Palembang-Betung di Desa Musi Landas Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Kamis (15/10/2020).
Dijelaskan Hedi, Kementerian PUPR menaruh perhatian khusus untuk pembangunan Tol Kapal Betung. Diakuinya, kualitas jalan menjadi salah satu yang menjadi catatan mengingat pada tahap I ruas Kayu Agung-Palembang menuai keluhan dari pengguna jalan. "Kami akan evaluasi apakah itu masalah dari mutu hot mix atau dari tanahnya. Kita tunggu saja hasil evaluasinya," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyambut baik dengan dimulainya pembangunan jalan tol Palembang-Betung. Tidak hanya untuk peningkatan konektifitas, pembangunan jalan tol juga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional akibat dampak COVID-19.
"Tidak hanya sekedar untuk mengurai kemacetan Palembang-Betung, tapi ini juga untuk mepercepat pemulihan ekonomi karena mendekatkan Banyuasin dengan Jakarta dan daerah lainya. Disisi lain, para kontraktor lokal juga dapat dilibatkan dan akan menyerap pekerja lokal," ujar Deru.
Dirjen Bina Marga, Hedi Rahadian mengatakan, ruas tol Kapal Betung memilik 3 seksi yakni, Seksi 1 ruas Kayu Agung-Jakabaring, Seksi 2 ruas Jakabaring-Kramasan-Musilandas dan seksi 3 ruas Musilandas-Betung. (Baca: Tol Pekanbaru-Dumai Diresmikan, Gubernur Riau Yakin Ekpor Impor Naik)
Pada bulan April 2020, kata Hedi, ruas tol Kapal Betung telah menyelesaikan seksi 1 yakni ruas Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33,5 Km, berikutnya pada tahap penyelesaian Seksi 2A Jakabaring-Kramasan sepanjang 9 Km dengan target akhir November 2020.
"Kelanjutan pembangunan jalan tol ini merupakan upaya peningkatan konektivitas antar wilayah dan pemenuhan kebutuhan jalan tol khususnya jalan tol Trans Sumatera yang merupakan Proyek Strategis Nasional ," ujar Hedi Rahadian saat Groundbreaking Tol Palembang-Betung di Desa Musi Landas Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Kamis (15/10/2020).
Dijelaskan Hedi, Kementerian PUPR menaruh perhatian khusus untuk pembangunan Tol Kapal Betung. Diakuinya, kualitas jalan menjadi salah satu yang menjadi catatan mengingat pada tahap I ruas Kayu Agung-Palembang menuai keluhan dari pengguna jalan. "Kami akan evaluasi apakah itu masalah dari mutu hot mix atau dari tanahnya. Kita tunggu saja hasil evaluasinya," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyambut baik dengan dimulainya pembangunan jalan tol Palembang-Betung. Tidak hanya untuk peningkatan konektifitas, pembangunan jalan tol juga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional akibat dampak COVID-19.
"Tidak hanya sekedar untuk mengurai kemacetan Palembang-Betung, tapi ini juga untuk mepercepat pemulihan ekonomi karena mendekatkan Banyuasin dengan Jakarta dan daerah lainya. Disisi lain, para kontraktor lokal juga dapat dilibatkan dan akan menyerap pekerja lokal," ujar Deru.
Lihat Juga :