Penanganan COVID-19 Membaik, Bantuan untuk Kesejahteraan Rakyat Terus Ditingkatkan
Senin, 12 Oktober 2020 - 23:30 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke XV, bertajuk Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi, yang digelar secara daring.Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Upaya pemerintah dalam penanganan Corona (COVID-19), sejauh ini berlangsung membaik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, secara global tingkat kesembuhan dari COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 76,45 persen.
(Baca juga: KKSB Serang Bandara Bilorai, TNI Temukan 1 Pucuk Senjata Api)
“Angka ini sudah berada di atas standard kesembuhan COVID-19 secara global, yaitu 75,15 persen. Sedangkan persentase kematian di awal hanya 9 persen, sekarang sudah turun ke 3,58 persen,” ujarnya dalam acara KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke-XV bertajuk Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi yang digelar secara daring.
(Baca juga: RSUD Provinsi NTB Benarkan Bupati Dompu Bambang M Yasin Dirawat karena Terpapar COVID-19)
Meskipun pertumbuhan ekonomi masih turun di angka -5,32 persen. Namun, dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, kontraksi ekonomi di Indonesia masih terbilang baik.
Terkait tingkat kematian di masa pandemi, mengutip data Our World in Data 2020, Indonesia berada di bawah empat negara yakni, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan dan Lithuania. Negara-negara lain tingkat kematiannya lebih tinggi dan ekonominya lebih terdampak.
Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat ini sedang fokus pada penanganan kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, sektoral dan Pemda, serta pembiayaan koperasi, dengan dana sebesar Rp 695 Triliun.
Melansir data dari Kemenkeu 2020, Airlangga menerangkan, realisasi anggaran untuk PEN sudah sebesar 47 persen dari pagu. Untuk serapannya, dari bulan ke bulan semakin meningkat, per 7 Oktober 2020 realisasi dana sebesar Rp 331 Triliun.
(Baca juga: KKSB Serang Bandara Bilorai, TNI Temukan 1 Pucuk Senjata Api)
“Angka ini sudah berada di atas standard kesembuhan COVID-19 secara global, yaitu 75,15 persen. Sedangkan persentase kematian di awal hanya 9 persen, sekarang sudah turun ke 3,58 persen,” ujarnya dalam acara KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke-XV bertajuk Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi yang digelar secara daring.
(Baca juga: RSUD Provinsi NTB Benarkan Bupati Dompu Bambang M Yasin Dirawat karena Terpapar COVID-19)
Meskipun pertumbuhan ekonomi masih turun di angka -5,32 persen. Namun, dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, kontraksi ekonomi di Indonesia masih terbilang baik.
Terkait tingkat kematian di masa pandemi, mengutip data Our World in Data 2020, Indonesia berada di bawah empat negara yakni, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan dan Lithuania. Negara-negara lain tingkat kematiannya lebih tinggi dan ekonominya lebih terdampak.
Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat ini sedang fokus pada penanganan kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, sektoral dan Pemda, serta pembiayaan koperasi, dengan dana sebesar Rp 695 Triliun.
Melansir data dari Kemenkeu 2020, Airlangga menerangkan, realisasi anggaran untuk PEN sudah sebesar 47 persen dari pagu. Untuk serapannya, dari bulan ke bulan semakin meningkat, per 7 Oktober 2020 realisasi dana sebesar Rp 331 Triliun.
Lihat Juga :