Penanganan COVID-19 Sulsel Makin Baik, Angka Kesembuhan Meningkat
Minggu, 04 Oktober 2020 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Dari aspek penggunaan tempat tidur isolasi juga cenderung semakin menurun dengan posisi sekarang sebesar 24%. Begitu juga dengan pemakaian tempat tidur ICU dengan persentase 19,5%.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini melanjutkan, dalam upaya mengelola pandemi COVID-19, pemprov Sulsel telah mengerahkan tenaga sebanyak 9.423 orang. Di mana 58% di antaranya perawat, dokter umum 7%, dokter spesialis 9%, tenaga penunjang 13%. Selebihnya radiographer, analisis laboratorium dan farmasi.
"Itu untuk tenaga di layanan rumah sakit. Tentu masih banyak tenaga yang lain yang menunjang dalam pengendalian COVID-19 ini. Misalnya tenaga surveilans untuk tracing, tenaga promosi kesehatan dan tenaga epidemiologi," sebut Ridwan.
Baca juga: Waspada Phising Dana Bantuan Korban Pandemi COVID-19
Dalam menjalankan tugasnya, para tenaga tersebut diakui rentan terpapar COVID-19. Sejak pandemi, Ridwan mengaku sudah ada sebanyak 685 tenaga kesehatan (nakes) yang menderita COVID-19. Mereka terbagi 47% di antaranya merupakan perawat, 23% dokter, 13% administrasi, selebihnya dari berbagai jenis tenaga.
Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) ini menambahkan, sebaran angka kasus reproduksi efektif menurut wilayah, hampir semua kabupaten/kota angka Rt-nya berkisar antara 0,23-1,11. Dengan angka Rt secara provinsi sekitar 0,89.
"Angka ini menunjukkan bahwa intervensi public health secara simultan seluruh program Trisula pengendalian COVID-19 di Sulsel cukup efektif untuk menekan pertumbuhan kasus," tandas Ridwan
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini melanjutkan, dalam upaya mengelola pandemi COVID-19, pemprov Sulsel telah mengerahkan tenaga sebanyak 9.423 orang. Di mana 58% di antaranya perawat, dokter umum 7%, dokter spesialis 9%, tenaga penunjang 13%. Selebihnya radiographer, analisis laboratorium dan farmasi.
"Itu untuk tenaga di layanan rumah sakit. Tentu masih banyak tenaga yang lain yang menunjang dalam pengendalian COVID-19 ini. Misalnya tenaga surveilans untuk tracing, tenaga promosi kesehatan dan tenaga epidemiologi," sebut Ridwan.
Baca juga: Waspada Phising Dana Bantuan Korban Pandemi COVID-19
Dalam menjalankan tugasnya, para tenaga tersebut diakui rentan terpapar COVID-19. Sejak pandemi, Ridwan mengaku sudah ada sebanyak 685 tenaga kesehatan (nakes) yang menderita COVID-19. Mereka terbagi 47% di antaranya merupakan perawat, 23% dokter, 13% administrasi, selebihnya dari berbagai jenis tenaga.
Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) ini menambahkan, sebaran angka kasus reproduksi efektif menurut wilayah, hampir semua kabupaten/kota angka Rt-nya berkisar antara 0,23-1,11. Dengan angka Rt secara provinsi sekitar 0,89.
"Angka ini menunjukkan bahwa intervensi public health secara simultan seluruh program Trisula pengendalian COVID-19 di Sulsel cukup efektif untuk menekan pertumbuhan kasus," tandas Ridwan
(luq)
Lihat Juga :