Risma Dinilai Tak Netral, Warga Perlu Awasi Anggaran Pemkot

Minggu, 04 Oktober 2020 - 07:57 WIB
loading...
A A A
Pemanfaat anggaran dana APBD yang diduga dipolitisir, salah satunya anggaran untuk kampung tangguh wani jogo Suroboyo. Sejak pandemi COVID-19 April lalu, masyarakat berjuang sediri. Selama hampir lima bulan masyarakat menggunakan dana pribadi untuk kampung tangguh dan tidak ada bantuan dari Pemkot Surabaya .

Wakil DPRD Kota Surabaya , Reni Astuti mengatakan, saat dirinya melakukan reses banyak keluhan terkait dengan tidak adanya bantuan dari Pemkot Surabaya , untuk dana kampung tangguh untuk memerangi COVID-19.

"Sejak april masyarakat menggunakan anggaran sendiri. Sudah kita dorong Pemkot untuk mengangarkan untuk kampung tangguh, namun tidak direalisasikan," kata Reni. Namun setelah lima bulan kemudian saat ada penentuan paslon, Pemkot Surabaya memberikan dana kampung tangguh. Ini yang menjadi pertanyaan banyak pihak.



(Baca juga: Edan! ASN di Pringsewu Pesta Sabu di Kantor Catatan Sipil )

"Kenapa harus lima bulan kemudian Pemkot Surabaya , mengeluarkan perwali terkait dana kampung tangguh. Pemahaman saya seharusnya April itu bisa digunakan, lewat belanja tidak terduga. Dimana bulan April itu pas lagi dibutuhkan masyarakat," tandasnya.
(eyt)
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3191 seconds (11.252#12.26)