Jelang Akhir September, Konsumsi BBM-LPG di Jatim Meningkat
Selasa, 29 September 2020 - 12:14 WIB
loading...
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto/Dok
A
A
A
SURABAYA - Sejak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus mencatat adanya tren kenaikan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Jawa Timur ( Jatim ).
Menjelang akhir September ini, Pertamina mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) sebesar 18% dan BBM jenis Gasoil (Solar, Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) sebesar 60% dibandingkan dengan bulan Mei 2020 ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah. (Baca juga: Pakar: BBM RON Rendah Sudahlah Nggak Usah Dijual Lagi )
Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji menyatakan, kenaikan konsumsi ini dikarenakan mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan. “Semenjak dibukanya kembali kegiatan perekonomian dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, menjadi salah satu faktor kenaikan konsumsi BBM saat ini,” kata dia, Selasa (29/9/2020). (Baca juga: Diduga Mesin Terlalu Panas, Minibus Terbakar Hebat di Tol Gempan )
Pada bulan Mei 2020, Pertamina mencatat rata-rata harian konsumsi BBM jenis Gasoline sebesar 9.700 KL/hari dan BBM jenis Gasoil sebesar 3.800 KL/hari. “Sedangkan pada bulan September ini, rata-rata harian penyaluran BBM di Jawa Timur naik menjadi 11.500 KL/hari untuk Gasoline dan 6.100 KL/hari untuk Gasoil,” kata Rustam.
Pertamina juga mencatat kenaikan konsumsi LPG (LPG PSO dan NPSO) di wilayah Jatim. Tercatat menjelang akhir bulan September ini konsumsi rata-rata harian sebesar 3.600 MT/hari naik 5% dibandingkan konsumsi bulan Mei 2020 saat PSBB dengan rata-rata harian sebesar 3.400 MT/hari.
Menjelang akhir September ini, Pertamina mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) sebesar 18% dan BBM jenis Gasoil (Solar, Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) sebesar 60% dibandingkan dengan bulan Mei 2020 ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah. (Baca juga: Pakar: BBM RON Rendah Sudahlah Nggak Usah Dijual Lagi )
Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji menyatakan, kenaikan konsumsi ini dikarenakan mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan. “Semenjak dibukanya kembali kegiatan perekonomian dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, menjadi salah satu faktor kenaikan konsumsi BBM saat ini,” kata dia, Selasa (29/9/2020). (Baca juga: Diduga Mesin Terlalu Panas, Minibus Terbakar Hebat di Tol Gempan )
Pada bulan Mei 2020, Pertamina mencatat rata-rata harian konsumsi BBM jenis Gasoline sebesar 9.700 KL/hari dan BBM jenis Gasoil sebesar 3.800 KL/hari. “Sedangkan pada bulan September ini, rata-rata harian penyaluran BBM di Jawa Timur naik menjadi 11.500 KL/hari untuk Gasoline dan 6.100 KL/hari untuk Gasoil,” kata Rustam.
Pertamina juga mencatat kenaikan konsumsi LPG (LPG PSO dan NPSO) di wilayah Jatim. Tercatat menjelang akhir bulan September ini konsumsi rata-rata harian sebesar 3.600 MT/hari naik 5% dibandingkan konsumsi bulan Mei 2020 saat PSBB dengan rata-rata harian sebesar 3.400 MT/hari.
Lihat Juga :