Petrus Kasihiw Tidak Ingin Ada Korban COVID-19 Akibat Kampanye
Senin, 28 September 2020 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Piet mengimbau bahkan memberikan garis tegas perihal pertemuan yang dilakukan di posko-posko pemenangan dari PMK2 (Piet-Matret Kokop Jilid II), agar segala protokoler kesehatan merupakan hal yang bersifat mandatory. Piet menginginkan agar semua posko PMK2 yang tersebar di Teluk Bintuni menyediakan tempat untuk cuci tangan sebagai fasilitas standar, agar bisa juga dipergunakan oleh masyarakat sekitar, sebagai bagian dari sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan selama masa pandemi.
“Di setiap pertemuan, di posko-posko agar melakukan pembatasan jumlah orang. Jumlah orang dibatasi dengan tetap mematuhi protokoler COVID-19. saya berharap di setiap posko itu ada tempat cuci tangan, ada sabun, bahkan juga kami siapkan masker, siapkan masker untuk semua yang datang. Karena ini kita semua harus patuh pada ketentuan protokoler kesehatan yang sudah ditentukan baik secara nasional oleh gugus tugas nasional pencegahan dan pengendalian tugas secara struktur ke provinsi dan kabupaten,” kata dia.
Piet bahkan tak segan memberikan konsekuensi kepada posko dan tim jika ditemui posko tersebut tidak melaksanakan imbauan perihal protokoler kesehatan ini. “Kalau tidak ada yang pake masker, mohon maaf saya tidak akan datang di tempat tertentu, kalau tidak ada protokoler COVID-19, dilakukan di posko-posko, atau di tempat pertemuan lain, saya dengan Pak Matret tidak akan hadir,” pungkas dia.
Piet menutup imbauan tersebut dengan mengajak para pengurus tim PMK2 dan posko agar keberadaan posko selama masa pandemi ini bisa bersifat lebih partisipatif dalam mengajak masyarakat untuk menerapkan protokoler kesehatan. Bahkan nantinya posko-posko tersebut akan diberikan bimbingan untuk dapat membuat hand sanitizer sendiri, agar dengan swadaya, hal ini bisa diteruskan ke masyarakat sekitar.
“Di setiap pertemuan, di posko-posko agar melakukan pembatasan jumlah orang. Jumlah orang dibatasi dengan tetap mematuhi protokoler COVID-19. saya berharap di setiap posko itu ada tempat cuci tangan, ada sabun, bahkan juga kami siapkan masker, siapkan masker untuk semua yang datang. Karena ini kita semua harus patuh pada ketentuan protokoler kesehatan yang sudah ditentukan baik secara nasional oleh gugus tugas nasional pencegahan dan pengendalian tugas secara struktur ke provinsi dan kabupaten,” kata dia.
Piet bahkan tak segan memberikan konsekuensi kepada posko dan tim jika ditemui posko tersebut tidak melaksanakan imbauan perihal protokoler kesehatan ini. “Kalau tidak ada yang pake masker, mohon maaf saya tidak akan datang di tempat tertentu, kalau tidak ada protokoler COVID-19, dilakukan di posko-posko, atau di tempat pertemuan lain, saya dengan Pak Matret tidak akan hadir,” pungkas dia.
Piet menutup imbauan tersebut dengan mengajak para pengurus tim PMK2 dan posko agar keberadaan posko selama masa pandemi ini bisa bersifat lebih partisipatif dalam mengajak masyarakat untuk menerapkan protokoler kesehatan. Bahkan nantinya posko-posko tersebut akan diberikan bimbingan untuk dapat membuat hand sanitizer sendiri, agar dengan swadaya, hal ini bisa diteruskan ke masyarakat sekitar.
(nth)
Lihat Juga :