12 Pasien Terpapar COVID-19 di RSUD Waisai Dikarantina Bukan Diisolasi
Minggu, 27 September 2020 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
“Ya memang itu petugas rumah sakit. Tidak ada seperti yang disampaikan oleh yang bersangkutan (Oktovina Tonapa). Jadi saya perlu jelaskan yah, itu sebenarnya, yang bersangkutan mau masuk isolasi, karena ada riwayat batuk, terus ada sakit penyertanya diabetes. Terus dia juga sudah mengalami gejala tebing viver, itu petugas kami, “ungkap Agus Arianto.
“Kalau perhatikan, kami selalu perhatikan. Saya aja lihat-lihat dia, kalau dia jalan di depan sini, kan pasien karantina, Dia ini kan sodara kami, kalau perhatikan, kami perhatikan dia, apalagi dia tenaga medis disini, sudah ada dokter ahli juga lakukan pemeriksaan terhadap dia dan semua pasien covid, kami sangat perhatikan betul,” ujarnya. (BACA JUGA: Pasien COVID-19 Diisolasi di RSUD Waisai Raja Ampat Malah Beli Obat Sendiri)
Dia menyanyangkan sikap pasien COVID-19 yang juga merupakan tenaga medis di RSUD Waisai tersebut, yang dengan cara yang kurang baik membuka ke publik hal yang tidak benar. Apalagi soal vitamin dan pelayanan lainnya yang dituduhkan kepada pihak rumah sakit, dimana semua tidak dibicarakan baik-baik.
“Yang kami pertanyakan bentuk perhatian apa yang dia inginkan. Untuk soal vitamin misalnya, kan itu ada di rumah sakit, tinggal dia WA saja. Kan, kita ini saudaranya kan, kenapa harus seperti ini, tinggal wa dengan cara yang baik. Dia sudah bicara posting kiri kanan, ke pak Sekda, ke Pak Bupati, apakah caranya begitu, ini kan dia ibarat, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,”ungkap Agus.
Semua tuduhan yang disampaikan Oktovina, menurut Agus sangat jauh dari kenyataan yang ada semua diberlakukan secara baik dan manusiawi. Soal kepuasan pasien disaat pandemi tidak bisa dilihat secara sepihak. Apalagi saat ini semua tengah dilanda wabah. Agus bahkan dengan tegas mengatakan bahwa semua tuduhan yang bersangkutan tidak benar dan tanpa bukti.
“Dan saya tegaskan apa yang disampaikan oleh ibu ini tidak benar. Makan diperhatikan baik, pagi, siang sore.Dinas kesehatan perhatikan semua kondisi pasien kami cek baik," katanya.
“Kalau perhatikan, kami selalu perhatikan. Saya aja lihat-lihat dia, kalau dia jalan di depan sini, kan pasien karantina, Dia ini kan sodara kami, kalau perhatikan, kami perhatikan dia, apalagi dia tenaga medis disini, sudah ada dokter ahli juga lakukan pemeriksaan terhadap dia dan semua pasien covid, kami sangat perhatikan betul,” ujarnya. (BACA JUGA: Pasien COVID-19 Diisolasi di RSUD Waisai Raja Ampat Malah Beli Obat Sendiri)
Dia menyanyangkan sikap pasien COVID-19 yang juga merupakan tenaga medis di RSUD Waisai tersebut, yang dengan cara yang kurang baik membuka ke publik hal yang tidak benar. Apalagi soal vitamin dan pelayanan lainnya yang dituduhkan kepada pihak rumah sakit, dimana semua tidak dibicarakan baik-baik.
“Yang kami pertanyakan bentuk perhatian apa yang dia inginkan. Untuk soal vitamin misalnya, kan itu ada di rumah sakit, tinggal dia WA saja. Kan, kita ini saudaranya kan, kenapa harus seperti ini, tinggal wa dengan cara yang baik. Dia sudah bicara posting kiri kanan, ke pak Sekda, ke Pak Bupati, apakah caranya begitu, ini kan dia ibarat, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,”ungkap Agus.
Semua tuduhan yang disampaikan Oktovina, menurut Agus sangat jauh dari kenyataan yang ada semua diberlakukan secara baik dan manusiawi. Soal kepuasan pasien disaat pandemi tidak bisa dilihat secara sepihak. Apalagi saat ini semua tengah dilanda wabah. Agus bahkan dengan tegas mengatakan bahwa semua tuduhan yang bersangkutan tidak benar dan tanpa bukti.
“Dan saya tegaskan apa yang disampaikan oleh ibu ini tidak benar. Makan diperhatikan baik, pagi, siang sore.Dinas kesehatan perhatikan semua kondisi pasien kami cek baik," katanya.
(vit)
Lihat Juga :