Jaga Surga Kecil di Timur: Rehabilitasi Karang dan Ribuan Mangrove di Kepulauan Raja Ampat
Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
PERURI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui partisipasi aktif dalam Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat yang berlangsung pada 22–24 April 2026.
Pelaksanaan program difokuskan di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, Kabupaten Raja Ampat, dengan pendekatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Di Kampung Mutus, program diarahkan pada penguatan ekosistem lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Pada aspek lingkungan, dilakukan penanaman 2.000 bibit mangrove serta rehabilitasi terumbu karang melalui penanaman 650 fragmen karang dengan cakupan area sekitar 225 meter persegi. Kegiatan ini turut melibatkan masyarakat dan pelajar melalui edukasi lingkungan guna membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi alam.
Pada aspek pemberdayaan ekonomi, dilakukan penguatan kapasitas kelompok konservasi melalui pelatihan dan sertifikasi selam, serta pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kepada delapan anggota yang berhasil mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan dan kenaikan pendapatan hingga sekitar 87,5 persen.
Program ini juga menghadirkan akses listrik bagi 119 rumah yang menjangkau sekitar 500 penerima manfaat. Pada sektor pendidikan, dukungan diberikan dilakukan di SD YPK Effata Mutus melalui renovasi fasilitas belajar dan penyediaan akses internet, serta di SMPN 11 Raja Ampat melalui dukungan sarana pendidikan berupa komputer, panel surya, dan buku pembelajaran.
Pelaksanaan program difokuskan di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, Kabupaten Raja Ampat, dengan pendekatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Di Kampung Mutus, program diarahkan pada penguatan ekosistem lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Pada aspek lingkungan, dilakukan penanaman 2.000 bibit mangrove serta rehabilitasi terumbu karang melalui penanaman 650 fragmen karang dengan cakupan area sekitar 225 meter persegi. Kegiatan ini turut melibatkan masyarakat dan pelajar melalui edukasi lingkungan guna membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi alam.
Pada aspek pemberdayaan ekonomi, dilakukan penguatan kapasitas kelompok konservasi melalui pelatihan dan sertifikasi selam, serta pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kepada delapan anggota yang berhasil mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan dan kenaikan pendapatan hingga sekitar 87,5 persen.
Program ini juga menghadirkan akses listrik bagi 119 rumah yang menjangkau sekitar 500 penerima manfaat. Pada sektor pendidikan, dukungan diberikan dilakukan di SD YPK Effata Mutus melalui renovasi fasilitas belajar dan penyediaan akses internet, serta di SMPN 11 Raja Ampat melalui dukungan sarana pendidikan berupa komputer, panel surya, dan buku pembelajaran.
Lihat Juga :