12 Pasien Terpapar COVID-19 di RSUD Waisai Dikarantina Bukan Diisolasi

loading...
12 Pasien Terpapar COVID-19 di RSUD Waisai Dikarantina Bukan Diisolasi
RSUD Waisai Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. (Foto/Ist)
SORONG - Buruknya pelayanan ruang isolasi di RSUD WaisaiKabupaten Raja Ampat, Papua Barat untuk pasien COVID-19terungkap.

Adalah Oktovina Tonapa, tenaga medis bagian laboratorium di RSUD Waisai bersama keluarga dan 12 orang lainnya berada di ruangan itu. Dia pun membeberkan keadaan dalam video dan viral di medsos.

Lalu bagaimana tanggapan pihak RSUD Waisai? Direktur RSUD Waisai, dr. Agus Arianto, S.pb yang dikonfirmasi Sindonews.com mengatakan, memang benar ada salah satu tenaga medis di RSUD Waisai, bernama Oktovina Tonapa yang dirawat di rumah sakit tersebut, karena terpapar COVID-19.

Namun terkait dengan pengakuan yang bersangkutan di dalam videonya tersebut, menurut Agus hal itu sangat tidak benar. "Dan pernyataan tenaga medis yang terpapar tersebut hanya bertujuan untuk memojokan pihak RSUD Waisai, Raja Ampat," kata dia, Minggu (27/9/2020). (BACA JUGA: Pak Bupati Raja Ampat Tolong Cek Pasien COVID-19 Diisolasi di RSUD Waisai 'Ditelantarkan')



Menurut Agus, tenaga medis atas nama Oktovina Tonapa dan 11 pasien lainnya yang di sebutkan di dalam video tersebut adalah pasien COVID-19 yang dilakukan karantina terhadap mereka, dan bukan dilakukan isolasi. Hal ini tentu penanganan terhadap mereka berbeda. Karena mereka pasien tanpa gejala maka dilakukan karantina dengan perawatan yang baik.

“Ya memang itu petugas rumah sakit. Tidak ada seperti yang disampaikan oleh yang bersangkutan (Oktovina Tonapa). Jadi saya perlu jelaskan yah, itu sebenarnya, yang bersangkutan mau masuk isolasi, karena ada riwayat batuk, terus ada sakit penyertanya diabetes. Terus dia juga sudah mengalami gejala tebing viver, itu petugas kami, “ungkap Agus Arianto.

“Kalau perhatikan, kami selalu perhatikan. Saya aja lihat-lihat dia, kalau dia jalan di depan sini, kan pasien karantina, Dia ini kan sodara kami, kalau perhatikan, kami perhatikan dia, apalagi dia tenaga medis disini, sudah ada dokter ahli juga lakukan pemeriksaan terhadap dia dan semua pasien covid, kami sangat perhatikan betul,” ujarnya. (BACA JUGA: Pasien COVID-19 Diisolasi di RSUD Waisai Raja Ampat Malah Beli Obat Sendiri)

Dia menyanyangkan sikap pasien COVID-19 yang juga merupakan tenaga medis di RSUD Waisai tersebut, yang dengan cara yang kurang baik membuka ke publik hal yang tidak benar. Apalagi soal vitamin dan pelayanan lainnya yang dituduhkan kepada pihak rumah sakit, dimana semua tidak dibicarakan baik-baik.



“Yang kami pertanyakan bentuk perhatian apa yang dia inginkan. Untuk soal vitamin misalnya, kan itu ada di rumah sakit, tinggal dia WA saja. Kan, kita ini saudaranya kan, kenapa harus seperti ini, tinggal wa dengan cara yang baik. Dia sudah bicara posting kiri kanan, ke pak Sekda, ke Pak Bupati, apakah caranya begitu, ini kan dia ibarat, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,”ungkap Agus.

Semua tuduhan yang disampaikan Oktovina, menurut Agus sangat jauh dari kenyataan yang ada semua diberlakukan secara baik dan manusiawi. Soal kepuasan pasien disaat pandemi tidak bisa dilihat secara sepihak. Apalagi saat ini semua tengah dilanda wabah. Agus bahkan dengan tegas mengatakan bahwa semua tuduhan yang bersangkutan tidak benar dan tanpa bukti.

“Dan saya tegaskan apa yang disampaikan oleh ibu ini tidak benar. Makan diperhatikan baik, pagi, siang sore.Dinas kesehatan perhatikan semua kondisi pasien kami cek baik," katanya.
(vit)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top