Gugus Tugas COVID-19 Maros Ingatkan Potensi Munculnya Klaster Pilkada
Jum'at, 25 September 2020 - 19:30 WIB
loading...
Salah satu pasangan calon bupati dan wakilnya tampak dikawal oleh beberapa pendukungnya sesaat sebelum mendaftar ke KPU. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAROS - Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Kabupaten Maros menegaskan, tahapan pilkada masih berpontensi besar meningkatkan jumlah kasus infeksi COVID-19 .
Meskipun diakui Tim Gugus, hingga kini belum ditemukan korelasi antara kasus COVID-19 yang berhubungan langsung dengan pilkada. Sebab, yang terus meningkat kasus COVID-19 dari klaster perkantoran dan keluarga.
Baca juga: Utamakan Protokol Kesehatan, Hatikita Keren Manfaatkan Media Sosial
"Sangat berpotensi, apalagi jika sampai menimbulkan kerumunan dan tidak menerapkan protokol COVID. Seperti kemarin kan waktu tahapan pendaftaran, memang di dalam KPU aman, tapi massa berkerumun saat mengantar paslon dari posko sampai depan kantor KPU," ujar Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Maros, dr Syarifuddin, Jumat (25/9/2020).
Ke depannya, jika protokol kesehatan tidak dilakukan dengan ketat, maka kata Syarifuddin ada potensi klaster pilkada akan terjadi di Maros. Mengingat tahapan pilkada masih panjang.
"Khusus di Maros, dengan melihat perkembangan kasus, maka penyelenggara pilkada, para paslon, dan masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti pakai masker dan jaga jarak," jelasnya.
Dia pun berharap, agar para paslon mengingatkan masyarakat, khususnya pendukungnya untuk tetap menerapkan protkol kesehatan di setiap tahapan pilkada.
Meskipun diakui Tim Gugus, hingga kini belum ditemukan korelasi antara kasus COVID-19 yang berhubungan langsung dengan pilkada. Sebab, yang terus meningkat kasus COVID-19 dari klaster perkantoran dan keluarga.
Baca juga: Utamakan Protokol Kesehatan, Hatikita Keren Manfaatkan Media Sosial
"Sangat berpotensi, apalagi jika sampai menimbulkan kerumunan dan tidak menerapkan protokol COVID. Seperti kemarin kan waktu tahapan pendaftaran, memang di dalam KPU aman, tapi massa berkerumun saat mengantar paslon dari posko sampai depan kantor KPU," ujar Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Maros, dr Syarifuddin, Jumat (25/9/2020).
Ke depannya, jika protokol kesehatan tidak dilakukan dengan ketat, maka kata Syarifuddin ada potensi klaster pilkada akan terjadi di Maros. Mengingat tahapan pilkada masih panjang.
"Khusus di Maros, dengan melihat perkembangan kasus, maka penyelenggara pilkada, para paslon, dan masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti pakai masker dan jaga jarak," jelasnya.
Dia pun berharap, agar para paslon mengingatkan masyarakat, khususnya pendukungnya untuk tetap menerapkan protkol kesehatan di setiap tahapan pilkada.
Lihat Juga :