Ciptakan Desa Tematik Kreatif, Komite EKRAF Majalengka Segera Susun 'Tools'

loading...
Ciptakan Desa Tematik Kreatif, Komite EKRAF Majalengka Segera Susun Tools
Diskusi Komite Ekraf dengan mendatangkan narsum dari ITB. Foto/SINDOnews/Inin Nastain
MAJALENGKA - Pemkab Majalengka beberapa waktu lalu telah menetapkan 6 langkah strategis, sebagai respons dari ditetapkannya Majalengka sebagai kabupaten kreatif versi BEKRAF 2019 lalu.

Membentuk Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan menciptakan desa tematik kreatif adalah dua hal dari enam langkah strategis itu.

Terkait desa tematik kreatif, komite segera membahas tools (perangkat) sebagai pedoman dalam pembentukannya. Hal itu mencuat dalam Diskusi Desa Kreatif Tematik yang digelar di objek wisata Ciboer, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Rabu (23/9/2020).

Narasumber diskusi dari ITB, Hendra mengatakan, salah satu faktor penentu suatu desa masuk ke dalam kategori desa tematik kreatif, dilihat dari sisi potensi yang dimilikinya. Potensi itu, jelas dia, nantinya dikaji dengan menggunakan pendekatan ilmiah



"Ada skala prioritas berdasarkan pertimbangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Potensi yang akan kita kembangkan dilakukan dengan pendekatan ilmiah," kata dia.

Setelah itu, jelas dia, ada langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh desa yang dianggap potensinya bisa dikembangkan jadi desa tematik kreatif tersebut.

Langkah-langkah itulah yang akan segera dibahas oleh komite, yang nantinya akan melakukan pendampingan ke desa-desa itu.



"Ada tools-nya nanti biar desa yang menilai potensi apa yang harus diungkit. Kaji dulu tools tingkat kota atau kabupaten, lalu kita sederhanakan ke tingkat desa, nanti tentukan desa mana yang jadi pilot project," jelas dia.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top