Kasus Positif Corona di luar DKI Jakarta Mengkhawatirkan
Selasa, 05 Mei 2020 - 08:36 WIB
loading...
Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan dengan alat Rapid Test kepada warga dua dusun di kecamatan Tanah Jawa,kabupaten Simalungun pasca seorang warga setempat dinyatkb positif reaktif Covid 19.(Sindonews.com/Ricky F Hutapea)
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai jumlah positif Covid-19 di luar DKI Jakarta mengkhawatirkan.
Adapun saat ini jumlah kasus positif virus corona di Indonesia masih terus meningkat. Angkanya sudah tembus di atas 11.000 orang.
Sri Mulyani mengatakan presiden mengadakan rapat koordinasi untuk melihat perkembangan penanganan. Pasalnya, jumlah kasus positif di daerah terus meningkat.
"Di Jakarta sudah mulai turun (jumlah penambahan positif corona), tetapi di luar Jakarta justru meningkat dengan mengkhawatirkan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (4/5/2020). (BACA JUGA: Masih Bandal Tak Pakai Masker, 16 KTP Warga Medan Langsung Disita)
Dia melanjutkan, dampak penyebaran virus corona di Indonesia ini cukup signifikan, misalnya dari sisi penerbangan sebanyak 12.703 jadwal penerbangan domestik dan internasional dibatalkan sepanjang Januari-Februari. "Sebanyak Rp207 miliar juga hilang di sektor layanan udara selama periode yang sama," katanya.
Adapun saat ini jumlah kasus positif virus corona di Indonesia masih terus meningkat. Angkanya sudah tembus di atas 11.000 orang.
Sri Mulyani mengatakan presiden mengadakan rapat koordinasi untuk melihat perkembangan penanganan. Pasalnya, jumlah kasus positif di daerah terus meningkat.
"Di Jakarta sudah mulai turun (jumlah penambahan positif corona), tetapi di luar Jakarta justru meningkat dengan mengkhawatirkan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (4/5/2020). (BACA JUGA: Masih Bandal Tak Pakai Masker, 16 KTP Warga Medan Langsung Disita)
Dia melanjutkan, dampak penyebaran virus corona di Indonesia ini cukup signifikan, misalnya dari sisi penerbangan sebanyak 12.703 jadwal penerbangan domestik dan internasional dibatalkan sepanjang Januari-Februari. "Sebanyak Rp207 miliar juga hilang di sektor layanan udara selama periode yang sama," katanya.
Lihat Juga :