Anggota DPR RI: Bantul Harus Dipegang Pancasilais Sejati
Rabu, 16 September 2020 - 01:37 WIB
loading...
Anggota DPR RI Gandung Pardiman (kiri) saat memberikan bantuan di Dusun Seropan 2, Muntuk , Dlingo, Bantul. FOTO : IST
A
A
A
BANTUL - Politisi senior Partai Golkar , Gandung Pardiman mengingatkan warga Bantul untuk cerdas dalam memilih pemimpin. Gandung meminta agar masyarakat memilih pemimpin yang Pancasilais sejati.
“Jangan pilih pemimpin yang hendak memeras-meras Pancasila,” terang anggota DPR RI ini saat memberikan sambutan saat meresmikan Jalan di Seropan 2, Muntuk, Dlingo, Bantul , Selasa (15/9/2020).
Menurut Gandung, jika ingin Bantul menjadi lebih baik maka masyarakat harus pintar memilih pemimpin yang Pancasilais sejati. Bukan pemimpin yang ingin mengutak atik Pancasila.
“Untuk Bantul lebih baik, harus dipegang Pancasilais sejati. Jangan pilih yang mau merubah Pancasila,” ujar Ketua DPD Partai Golkar DIY ini.(Baca juga: Golkar: Pilih Cabup dan Cawabup yang Jelas Asal Usulnya )
Dalam kesempatan itu Gandung juga menyebut dalam Pilkada di Bantul mendatang Partai Golkar telah memutuskan untuk mengusung pasangan Suharsono-Totok Sudarto (Noto). Suharsono adalah incumbent, sementara Totok Sudarto adalah ketua Dewan Pembina Partai Golkar Bantul.
“Golkar tidak sembarang memilih. Lewat perenungan yang panjang, melihat rekam jejak, tanya sana sini,” terangnya.
Dijatuhkannya pilihan kepada pasangan Noto ini juga didasari kekawatiran jika di Bantul ada yang hendak memeras-meras Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila, mengubah Ketuhanan yang Maha Esa menjadi ketuhanan yang berkebudayaan. “Kami Pancasilais sejati. Pancasila 18 Agustus bukan yang 1 Juni,” tegasnya.(Baca juga : Gepako : Trisila No, Ekasila No ! )
“Jangan pilih pemimpin yang hendak memeras-meras Pancasila,” terang anggota DPR RI ini saat memberikan sambutan saat meresmikan Jalan di Seropan 2, Muntuk, Dlingo, Bantul , Selasa (15/9/2020).
Menurut Gandung, jika ingin Bantul menjadi lebih baik maka masyarakat harus pintar memilih pemimpin yang Pancasilais sejati. Bukan pemimpin yang ingin mengutak atik Pancasila.
“Untuk Bantul lebih baik, harus dipegang Pancasilais sejati. Jangan pilih yang mau merubah Pancasila,” ujar Ketua DPD Partai Golkar DIY ini.(Baca juga: Golkar: Pilih Cabup dan Cawabup yang Jelas Asal Usulnya )
Dalam kesempatan itu Gandung juga menyebut dalam Pilkada di Bantul mendatang Partai Golkar telah memutuskan untuk mengusung pasangan Suharsono-Totok Sudarto (Noto). Suharsono adalah incumbent, sementara Totok Sudarto adalah ketua Dewan Pembina Partai Golkar Bantul.
“Golkar tidak sembarang memilih. Lewat perenungan yang panjang, melihat rekam jejak, tanya sana sini,” terangnya.
Dijatuhkannya pilihan kepada pasangan Noto ini juga didasari kekawatiran jika di Bantul ada yang hendak memeras-meras Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila, mengubah Ketuhanan yang Maha Esa menjadi ketuhanan yang berkebudayaan. “Kami Pancasilais sejati. Pancasila 18 Agustus bukan yang 1 Juni,” tegasnya.(Baca juga : Gepako : Trisila No, Ekasila No ! )
Lihat Juga :