Cerita Wisuda Online UNS: Tanpa Tepuk Tangan, Kucir Toga Dipindah Kakak
Senin, 04 Mei 2020 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Oky Dea memakai laptop dan pengeras saat wisuda daring berlangsung agar suara protokol wisuda yang berada di Auditorium UNS terdengar. Sebelum wisuda, dari UNS membuatkan grup WhatsApp untuk para wisudawan untuk koordinasi. Ketika gladi bersih, operator whatsAap memberikan arahan. Saat gladi bersih, para wisudawan diminta standby di jam tertentu saat cek koneksi.
Setelah operator memberikan link dan pasword di Webex, para peserta bisa join dan satu per satu dicek koneksinya. Apakah suara operator terdengar, koneksi, video dan lainnya, sehingga dirinya juga mempersiapkan koneksi internet di rumah harus bagus agar tidak macet-macet.
Grup WhatsApp dibuat dua minggu sebelum wisuda online berlangsung. Sedangkan gladi bersih dilaksanakan seminggu sebelum hari pelaksanaan. Sebelum wisuda, dari UNS juga mengirimkan toga, samir, topi ke alamat calon wisudawan masing-masing melalui pos. "Pas daftar wisuda online itu kan ada form yang harus diisi, seperti ukuran toga dan alamat lengkap," katanya.
Saat pendaftaran wisuda, virus corona memang sudah merebak. Namun kala itu, dirinya berpikir wisuda tetap diundur untuk periode berikutnya. Namun UNS ternyata tetap menggelar wisuda secara online. Meski wisuda secara online, tapi dirinya merasa tidak masalah mengingat kondisi di tengah pandemi. Sebab semuanya harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
"Rasanya sedih banget soalnya karena harapannya ingin wisuda offline. Bagaimana pun adalah bagian dari memori perjuangan beberapa tahun kuliah," ucapnya. Namun dirinya tetap bisa menerima karena suasana di tengah keprihatinan.
Saat puncak wisuda berupa pemindahan kucir topi toga, dilakukan oleh kakak laki-lakinya. Sedangkan lainnya mengabadikan momen itu dengan kamera. Pemindahan kucir topi toga dilakukan secara bersama-sama setelah ada instruksi dari Rektor UNS.
Setelah operator memberikan link dan pasword di Webex, para peserta bisa join dan satu per satu dicek koneksinya. Apakah suara operator terdengar, koneksi, video dan lainnya, sehingga dirinya juga mempersiapkan koneksi internet di rumah harus bagus agar tidak macet-macet.
Grup WhatsApp dibuat dua minggu sebelum wisuda online berlangsung. Sedangkan gladi bersih dilaksanakan seminggu sebelum hari pelaksanaan. Sebelum wisuda, dari UNS juga mengirimkan toga, samir, topi ke alamat calon wisudawan masing-masing melalui pos. "Pas daftar wisuda online itu kan ada form yang harus diisi, seperti ukuran toga dan alamat lengkap," katanya.
Saat pendaftaran wisuda, virus corona memang sudah merebak. Namun kala itu, dirinya berpikir wisuda tetap diundur untuk periode berikutnya. Namun UNS ternyata tetap menggelar wisuda secara online. Meski wisuda secara online, tapi dirinya merasa tidak masalah mengingat kondisi di tengah pandemi. Sebab semuanya harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
"Rasanya sedih banget soalnya karena harapannya ingin wisuda offline. Bagaimana pun adalah bagian dari memori perjuangan beberapa tahun kuliah," ucapnya. Namun dirinya tetap bisa menerima karena suasana di tengah keprihatinan.
Saat puncak wisuda berupa pemindahan kucir topi toga, dilakukan oleh kakak laki-lakinya. Sedangkan lainnya mengabadikan momen itu dengan kamera. Pemindahan kucir topi toga dilakukan secara bersama-sama setelah ada instruksi dari Rektor UNS.
Lihat Juga :