Perajin Songkok Tradisional Gresik Bergeliat di Tengah Pandemi

loading...
Perajin Songkok Tradisional Gresik Bergeliat di Tengah Pandemi
Perajin songkok tradisional di Gresik mulai bergeliat lagi di tengah pandemi COVID-19.Foto/Inews/Agus Ismanto
GRESIK - Pandemi COVID-19 membuat banyak pelaku usaha baik kecil maupun menengah terpuruk. Namun hal ini tidak berlaku bagi perajin songkok tradisional di Gresikini. Meski pandemi belum berhenti, usahanya tetap bertahan hingga kini.

Usaha songkok ini semakin bergeliat. Meskipun, beberapa bulan sebelumnya, semoat mati suri. Salah satu kunci tetap bertahan adalah kreatifitas dan keuletan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya.

Salah seorang perajin, Muhammad Jefri mengaku, selama pandemi sempat berhenti dan sebagian perajin meliburkan pekerja selama tiga bulan.

"Produk songkok menumpuk di gudang, tidak terserap pasar karena sejumlah pesanan dibatalkan," ujar perajin di Jalan Sindujoyo, Kecamatan Gresik Kota ini.



(Baca juga:Angka COVID-19 di Banyuwangi Capai 1.000, Bupati Instruksikan WFH)

Menurutnya, antisipasi kerugian lebih besar, para perajin memanfaatkan teknologi digital dengan berjualan online. Inovasi lain adalah menambahkan led emitting diode (LED) dan beragam karakter songkok lukis. Misalnya serial kartun, masjid, robot dan mobil.

"Berkat inovasi seperti ini, secara perlahan roda usaha kembali bergariah dan omset penjualan terus meningkat. Kira-kira mencapai 60 kodi dalam sebulan," tuturnya.



Dia menambahkan, lonjakan pesanan membuat para perajin tradisional semakin bersemangat. "Omset penjualan semakin meningkat," imbuhnya. Saat ini, pelanggan yang ingin membeli produk tidak perlu ke pasar, namun cukup belanja via online.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top