Berlatih Bulutangkis Sejak Dini Baik untuk Perkembangan Motorik Anak

loading...
Berlatih Bulutangkis Sejak Dini Baik untuk Perkembangan Motorik Anak
Berlatih Bulutangkis Sejak Dini Baik untuk Perkembangan Motorik Anak. Foto/Ist
MALANG - Bulutangkis bukan sekadar olahraga bagi seorang anak. Tapi ada nilai-nilai baik yang bisa ditanamkan pada jiwa mereka.

Sebab, bulutangkis yang dipelajari dan dilakukan secara teratur akan berkontribusi pada kesehatan fisik seorang anak. Begitu alasan Slamet Suryadi, pelatih bulutangkis anak PB Bulutangkis Pempek Farhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Bulutangkis itu olahraga yang berisiko rendah, sehingga aman bagi orang-orang dari segala usia dan latar belakang. Termasuk buat anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Slamet, bulutangkis memberi manfaat psikologis. Karena ada aktivitas fisik yang merangsang endorfin.



“Nah, endorfin ini bisa turut memperbaiki suasana hati dan kualitas tidur. Ketika suasana hati dan tidur anak teratur, tingkat stres dan kecemasannya jadi lebih rendah,” tambahnya.

Tak hanya itu, menurut Slamet, olahraga ini membantu anak-anak saling berinteraksi dan bersosialisasi lebih baik dengan teman-teman seusianya. (Baca juga: Terjatuh saat Salip Truk Pengangkut Tank Leopard, Pengendara Motor Tewas Terlindas)

“Badminton ini kan setidaknya membutuhkan dua orang untuk bermain. Karena itu bermain bulutangkis bisa mendorong anak untuk bersosialisasi lebih baik, setidaknya berkomunikasi dengan mereka yang jadi lawannya saat bermain bulutangkis,” jelasnya.
(Baca juga: Pabrik Suku Cadang di Lamongan Terbakar Hebat, Para Buruh Panik)



Slamet tak memungkiri kalau anak-anak zaman sekarang lebih banyak dimanjakan oleh teknologi. “Sayangnya, banyak anak-anak menggunakan kemajuan teknologi ke hal-hal yang kurang baik. Mereka perlu aktivitas untuk mendorong kemampuan motorik anak,” paparnya.

Karena itu, lanjut Slamet, saat bermain bulutangkis pun biasanya nggak memakai papan skor. “Artinya anak-anak harus mengingat skornya dan skor lawan sambil terus bermain. Mereka juga belajar berstrategi untuk ‘mematikan’ langkah lawan. Termasuk berhati-hati agar bisa mendapatkan poin dari kesalahan yang dilakukan lawannya,” tuturnya.
(boy)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top