Ini Kronologi Klaster COVID-19 Rumah Makan di Semarang

loading...
Ini Kronologi Klaster COVID-19 Rumah Makan di Semarang
Masyarakat digegerkan dengan beredarnya kabar rumah makan yang menyajikan kuliner khas Kota Semarang menjadi klaster penyebaran COVID-19. . Foto/Ilustrasi/SINDOnews
SEMARANG - Masyarakat digegerkan dengan beredarnya kabar rumah makan yang menyajikan kuliner khas Kota Semarang menjadi klaster penyebaran COVID-19.

Bukan hanya menyebutkan nama rumah makan, melainkan juga dilengkapi belasan nama orang yang terpapar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Hakam, mengatakan rumah makan tersebut berada di kawasan Krobokan. Kronologi penemuan klaster baru tersebut berawal dari salah seorang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari sistem infocovid. (BACA JUGA: Viral Klaster COVID-19 Rumah Makan, Begini Penjelasan Dinkes)

Kemudian petugas Dinkes Kota Semarang meneruskan info tersebut ke puskesmas setempat untuk segera dilakukan tracking. Petugas bergerak cepat melakukan pemeriksaan kontak erat pada keluarga pasien tersebut.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan kepada kontak erat lainnya yang diketahui memiliki aktivitas di sebuah rumah makan. “Sejumlah 30 kontak erat sudah kita swab. Hasilnya 20 konfirmasi positif,” ujar dr Hakam, Jumat (11/9/2020).



“Saat ini 18 orang sudah ditangani pihak Dinkes di Rumah Isolasi Rumdin Wali Kota, dua orang lainnya dirawat di rumah sakit karena ada keluhan sesak napas,” lugasnya. (BACA JUGA: Akhyar Di-bully HIPMI Sumut, Bobby Langsung Minta Maaf)

Dia juga mengimbau masyarakat untuk selektif menerima informasi, terlebih bila belum jelas kebenarannya. Masyarakat bisa mengakses informasi perkembangan kasus Covid-19 melalui laman https://www.siagacorona.semarangkota.go.id/.

“Insya Allah semua tertangani dengan baik oleh Dinkes. Jadi mohon masyarakat untuk tidak resah, dan sekali lagi bijak menerima informasi. Tetap jaga kesehatan, disiplin protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, rajin cuci tangan, dan hindari kerumunan,” tutup dia.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top