Kreatif, Kandang Ayam Disulap Jadi Sekolah Kartun Sidareja Purbalingga
Kamis, 10 September 2020 - 09:14 WIB
loading...
Dua penggiat seni, Slamet Sentosa dan Gita Thomdean merealisasikan proyek sosial Kie Art Cartoon School dan Village Cartoon Sidareja, Purbalingga, Jateng. Foto/Ist
A
A
A
PURBALINGGA - Dua penggiat seni, Slamet Sentosa dan Gita Thomdean akhirnya dapat merealisasikan proyek sosial Kie Art Cartoon School dan Village Cartoon Sidareja, Kaligondang, Purbalingga , Jateng. Sekolah kartun ini memanfaatkan kandang ayam, pintu dan jendela bekas yang sudah dimodifikasi.
Sedangkan Desa kartun terbangun dengan konsep mengangkat kembali legenda desa, tarian, makanan, ataupun permainan tradisional zaman dahulu untuk diceritakan kembali dalam bentuk kartun. (Baca juga: Sedih, Gajah di Aceh Mati Tersengat Listrik Perangkap Babi)
Gita Thomdean menjelaskan, media kartun dipilih karena merupakan bahasa yang mudah dipelajari generasi muda saat ini(terutama generasi Z, Y). "Sehingga kartun diharapkan dapat membangkitkan kecintaan generasi muda akan budaya Indonesia serta mengurangi paparan budaya Negara asing," katanya, Kamis (10/9/2020). Cartoon Village Sidareja ini akan menjadi desa wisata kartun pertama di Indonesia. (Baca juga: Aneh, Setelah Tubuh Kaku Warga Blitar Dinyatakan Positif COVID-19)
Sedangkan rumah kartun ini merupakan hasil kolaborasi 8 seniman mural dan kartun yang pada pengerjaannya diimplementasikan oleh pemuda desa yang tergabung dalam Tim Kartun Kie Art yang dimentori oleh Irwan Guntarto dan Slamet Santosa.
Mereka melakukan observasi kurang lebih selama pandemic untuk menggali legenda desa dan tradisi yang bahkan sudah ratusan tahun tidak pernah dilestarikan kembali. "Dengan Village Cartoon ini diharapkan generasi muda akan dapat mengenal lagi budaya bangsanya melalui kartun," ujar Gita.
Selain itu Gita Thomdean dan Slamet Santosa juga membangun sebuah sekolah, yakni Kie Art Cartoon School yang memiliki bangunan sederhana, hasil modifikasi sebuah kandang ayam dengan kolase pintu dan jendela bekas.
Sedangkan Desa kartun terbangun dengan konsep mengangkat kembali legenda desa, tarian, makanan, ataupun permainan tradisional zaman dahulu untuk diceritakan kembali dalam bentuk kartun. (Baca juga: Sedih, Gajah di Aceh Mati Tersengat Listrik Perangkap Babi)
Gita Thomdean menjelaskan, media kartun dipilih karena merupakan bahasa yang mudah dipelajari generasi muda saat ini(terutama generasi Z, Y). "Sehingga kartun diharapkan dapat membangkitkan kecintaan generasi muda akan budaya Indonesia serta mengurangi paparan budaya Negara asing," katanya, Kamis (10/9/2020). Cartoon Village Sidareja ini akan menjadi desa wisata kartun pertama di Indonesia. (Baca juga: Aneh, Setelah Tubuh Kaku Warga Blitar Dinyatakan Positif COVID-19)
Sedangkan rumah kartun ini merupakan hasil kolaborasi 8 seniman mural dan kartun yang pada pengerjaannya diimplementasikan oleh pemuda desa yang tergabung dalam Tim Kartun Kie Art yang dimentori oleh Irwan Guntarto dan Slamet Santosa.
Mereka melakukan observasi kurang lebih selama pandemic untuk menggali legenda desa dan tradisi yang bahkan sudah ratusan tahun tidak pernah dilestarikan kembali. "Dengan Village Cartoon ini diharapkan generasi muda akan dapat mengenal lagi budaya bangsanya melalui kartun," ujar Gita.
Selain itu Gita Thomdean dan Slamet Santosa juga membangun sebuah sekolah, yakni Kie Art Cartoon School yang memiliki bangunan sederhana, hasil modifikasi sebuah kandang ayam dengan kolase pintu dan jendela bekas.
Lihat Juga :