Musyawarah Daerah Harus Melalui Tahapan Sesuai AD/ART Partai Golkar
Jum'at, 04 September 2020 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi sayangnya belakangan ini ada musda yang hanya dilakukan satu hari bahkan beberapa jam saja dan itu pun hanya mengejar kursi ketua DPD nya saja," ujarnya.
Penyelenggaraan musda, lanjut Agung Laksono merupakan forum tertinggi partai di daerah, maka harus digunakan sebaik-baiknya.
"Ini (Musda) bisa jadi momentum dalam membenahi elemen-elemen partai dan membuat program yang jelas. Tapi semua kader internal Partai Golkar juga perlu mengetahui kewenangannya apa, haknya apa, tahapannya bagaimana dan membuka ruang demokrasi. Sebab, disamping tahapan harus dijalankan, aspek demokrasinya juga harus dilaksanakan, dirawat dan dipertahankan," tegasnya. (BACA JUGA: Gelaran Musyawarah Daerah Harus Melalui Tahapan Sesuai AD/ART Partai Golkar)
Pada pelaksanaan musda di beberapa daerah yang sudah terselenggara, mantan Menko Kesra ini menyebutkan ada yang berjalan dengan bagus, tapi paling banyak dan lebih menonjol hanya memilih ketua DPD saja.
"Saya juga mendengar kabar ada tindakan-tindakan yang kurang demokratis seperti penunjukkan PLT pada pengurus DPD dan PK secara mendadak jelang penyelenggaraan Musda. Saya kira ini sebagai otokritik untuk memperbaiki semua agar roda organisasi berjalan dengan baik dan benar," paparnya.
Penyelenggaraan musda, lanjut Agung Laksono merupakan forum tertinggi partai di daerah, maka harus digunakan sebaik-baiknya.
"Ini (Musda) bisa jadi momentum dalam membenahi elemen-elemen partai dan membuat program yang jelas. Tapi semua kader internal Partai Golkar juga perlu mengetahui kewenangannya apa, haknya apa, tahapannya bagaimana dan membuka ruang demokrasi. Sebab, disamping tahapan harus dijalankan, aspek demokrasinya juga harus dilaksanakan, dirawat dan dipertahankan," tegasnya. (BACA JUGA: Gelaran Musyawarah Daerah Harus Melalui Tahapan Sesuai AD/ART Partai Golkar)
Pada pelaksanaan musda di beberapa daerah yang sudah terselenggara, mantan Menko Kesra ini menyebutkan ada yang berjalan dengan bagus, tapi paling banyak dan lebih menonjol hanya memilih ketua DPD saja.
"Saya juga mendengar kabar ada tindakan-tindakan yang kurang demokratis seperti penunjukkan PLT pada pengurus DPD dan PK secara mendadak jelang penyelenggaraan Musda. Saya kira ini sebagai otokritik untuk memperbaiki semua agar roda organisasi berjalan dengan baik dan benar," paparnya.
(vit)
Lihat Juga :