Kisah Pertempuran Raja Mataram dengan Adiknya Sendiri
Sabtu, 26 April 2025 - 06:58 WIB
loading...
Peperangan antara Sultan Amangkurat I dan Pangeran Alit tak terelakkan karena sikap kejam Raja Mataram kepada pihak yang berselisih paham dengannya. FOTO ILUSTRASI/IST
A
A
A
SULTAN Amangkurat I konon memerintah Mataram dengan kejam. Banyak orang yang terpaksa dihukum mati hanya karena berselisih paham dengannya.
Keresahan pun muncul di masyarakat, tak terkecuali pada adik tirinya sendiri bernama Pangeran Alit. Apalagi ada beberapa abdi atau pengikut Pangeran Alit, yang ditangkap, disiksa, hingga dibunuh, oleh Sultan Amangkurat I. Pangeran Alit pun meradang dan tak lagi mampu menahan diri dengan kesewenang-wenangan kakaknya.
Sebagaimana dikutip dari "Disintegrasi Mataram: di Bawah Mangkurat I" karya H.J. De Graaf, peperangan antara Sultan Amangkurat I dan Pangeran Alit tak terelakkan lagi. Pangeran Alit lantas membawa 50 sampai 60 orang dari abdi dan pasukannya yang berjumlah 300 orang itu, sebagaimana catatan dari Van Goens utusan Belanda.
Baca juga: Kisah Guru Raja Mataram Pro Belanda Dilantik Jadi Pejabat Istana
Ia bertekad bulat mengakhiri nyawa sang Raja Mataram itu dalam "pertarungan berdarah penghabisan". Konon pertarungan ini ditentukan di dua hari tepat yakni Senin atau Kamis. Tatkala raja berkenan memberi audiensi dan banyak rakyat turut hadir. Pangeran Alit pun berkuda pergi ke alun-alun.
Keresahan pun muncul di masyarakat, tak terkecuali pada adik tirinya sendiri bernama Pangeran Alit. Apalagi ada beberapa abdi atau pengikut Pangeran Alit, yang ditangkap, disiksa, hingga dibunuh, oleh Sultan Amangkurat I. Pangeran Alit pun meradang dan tak lagi mampu menahan diri dengan kesewenang-wenangan kakaknya.
Sebagaimana dikutip dari "Disintegrasi Mataram: di Bawah Mangkurat I" karya H.J. De Graaf, peperangan antara Sultan Amangkurat I dan Pangeran Alit tak terelakkan lagi. Pangeran Alit lantas membawa 50 sampai 60 orang dari abdi dan pasukannya yang berjumlah 300 orang itu, sebagaimana catatan dari Van Goens utusan Belanda.
Baca juga: Kisah Guru Raja Mataram Pro Belanda Dilantik Jadi Pejabat Istana
Ia bertekad bulat mengakhiri nyawa sang Raja Mataram itu dalam "pertarungan berdarah penghabisan". Konon pertarungan ini ditentukan di dua hari tepat yakni Senin atau Kamis. Tatkala raja berkenan memberi audiensi dan banyak rakyat turut hadir. Pangeran Alit pun berkuda pergi ke alun-alun.
Lihat Juga :