7 Fakta Sakera, Pahlawan Terlupakan dari Pasuruan Jawa Timur

Kamis, 10 Oktober 2024 - 11:30 WIB
loading...
7 Fakta Sakera, Pahlawan...
Sakera dikenal sebagai tokoh pejuang di masa kolonialisme yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Foto/Ilustrasi
A A A
SAKERA dikenal sebagai tokoh pejuang di masa kolonialisme yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Terdapat beberapa fakta menarik tentang sosok pahlawan anti kolonialisme yang jarang diketahui orang.

Sosok Sakera mungkin terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia, namun nama tersebut tidaklah asing bagi warga Jawa Timur, terutama yang tinggal di Pasuruan.

Baca juga: Aksi Senyap Jenderal Kopassus Sutiyoso Lumpuhkan Pentolan GAM Tanpa Baku Tembak

Sakera dikenal sebagai sosok pahlawan yang sangat menentang kolonialisme. Tidak hanya itu, dirinya juga merupakan orang yang berjuang keras memberantas praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme di wilayahnya.

7 Fakta Sakera

1. Sakera adalah Nama dari Anaknya


Sebenarnya Sakera bukanlah nama asli dari tokoh ini, karena nama aslinya adalah Sagiman. Hal itu dijelaskan oleh Budayawan Pasuruan, Ki Bagong Sabdo Sinukarta.

Menurut Ki Bagong, “Nama sebenarnya adalah Sagiman. Dalam kondisi susah, istrinya, Leginten, hamil. Saat mau lahiran, Sagiman bernazar jika anak yang lahir laki-laki diberi nama Sakera, kalau perempuan diberi nama Sarah.”

Baca juga: Cerita Kemegahan Masjid Agung Demak Runtuhkan Pamor Kerajaan Majapahit di Nusantara

Istri Sagiman akhirnya melahirkan putra laki-laki dan diberi nama Sakera. “Dalam kebiasaan budaya Jawa, lazimnya anak pertama dijadikan panggilan untuk ayah. Sagiman Pakne Sakera, atau Pak Sakera,” jelas Bagong.

2. Ahli Bela Diri Bekerja sebagai Mandor


Sakera dikenal sebagai seorang ahli bela diri yang melawan pemerintahan Belanda di perkebunan tebu di daerah Bangil. Dari situlah dia mendapat julukan 'Sang Kerah' atau yang pandai bertarung.

Baca juga: Kisah Mpu Prapanca Rela Bertapa demi Redakan Konflik Agama di Kerajaan Majapahit

Sakera bekerja sebagai mandor di perkebunan tebu di Kancil Mas Bangil yang dikelola oleh orang Belanda. Namun karena kerap melawan kolonial, dirinya pun menjadi buronan Belanda.

3. Menentang KKN Belanda


Ketika Belanda membutuhkan banyak lahan baru untuk menanam tebu, mereka menyuruh Carik Rembang untuk bisa menyediakan lahan baru dalam jangka waktu singkat dan murah.

Carik Rembang pun menggunakan cara-cara kekerasan kepada rakyat dalam mengupayakan tanah untuk perusahaan.

Sakera yang selalu membela rakyat kecil langsung menentang hal yang dilakukan oleh Carik Rembang. Dari situlah Carik Rembang melaporkan hal ini kepada pemimpin perusahaan.

4. Sabit Moteng Senjata Andalan Sakera


Sakera membangkitkan semangat juang masyarakat untuk melawan penindasan kolonial. Pak Sakera selalu menggunakan sabit Monteng sebagai senjata untuk menumpas kediktatoran Belanda.

Sabit moteng sendiri merupakan peralatan pertanian dalam panen tebu. Kedengarannya sederhana namun nyatanya bisa membuat Belanda kewalahan

5. Pernah Masuk Penjara Bangil


Ketika Sakera menjadi buronan Belanda, dia sempat dikeroyok ketika mengunjungi rumah ibunya. Setelah ibunya mendapat ancaman dari Belanda, Sakera akhirnya menyerah dan dimasukkan ke penjara Bangil.

Siksaan demi siksaan dilakukan polisi Belanda kepada Sakera setiap hari. Selama dipenjara Sakera selalu merindukan keluarganya di rumah.

6. Meninggal Dikhianati Teman Sendiri


Dengan cara yang licik pula polisi Belanda mendatangi teman seperguruan Sakera yang bernama Aziz untuk mencari kelemahan Sakera. Dengan iming-iming akan diberi imbalan kekayaan oleh pemerintah Belanda di Bangil.

Aziz kemudian menjebak Sakera, membuatnya dengan mudah ditangkap dan dihukum gantung oleh Belanda. Sakera yang gugur digantung di Penjara Bangil kemudian dimakamkan di Bekacak, Kelurahan, daerah paling selatan Kota Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

7. Pahlawan Terlupakan


Semangat perjuangan yang dilakukan Sakera tidak pernah terdokumentasikan bagi masyarakat, dan belum masuk di dalam kategori Pahlawan Nasional Indonesia.

Hal itu karena terdapat sangat banyak pahlawan yang memperjuangkan daerahnya sendiri. Sehingga Nama dan Jasa-jasa Sakera, hanya bisa di dengar di daerahnya sendiri.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Rekomendasi
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved