BNPB: Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Capai Rp1,6 Triliun
Jum'at, 28 Maret 2025 - 18:20 WIB
loading...
Banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerangan, dan Bekasi (Jabodetabek) pada awal Maret 2025 lalu menyebabkan kerugian sebesar Rp1,6 triliun. FOTO/DOK.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerangan, dan Bekasi (Jabodetabek) pada awal Maret 2025 lalu menyebabkan kerugian yang sangat banyak. Berdasarkan perhitungan pemerintah kerugian banjir Jabodetabek mencapai Rp1.699.670.076.814 (Rp1,6 triliun).
Jumlah kerugian banjir akibat banjir Jabodetabek diketahui dari hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Banjir Jangka Pendek dan Menengah pada Kamis (27/3/2025).
"Rekapitulasi yang diperoleh BNPB mencatat total nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana ini mencapai Rp1.699.670.076.814. Angka ini mencerminkan dampak serius terhadap infrastruktur, perekonomian, dan kehidupan masyarakat di daerah terdampak," Kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya, Jumat (28/3/2025).
Muhari merincikan, Kabupaten Bekasi mencatat nilai kerusakan sebesar Rp659,1 miliar yang ditambah kerugian sebesar Rp20,9 miliar. Total dampaknya mencapai Rp680 miliar.
Jumlah kerugian banjir akibat banjir Jabodetabek diketahui dari hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Banjir Jangka Pendek dan Menengah pada Kamis (27/3/2025).
"Rekapitulasi yang diperoleh BNPB mencatat total nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana ini mencapai Rp1.699.670.076.814. Angka ini mencerminkan dampak serius terhadap infrastruktur, perekonomian, dan kehidupan masyarakat di daerah terdampak," Kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya, Jumat (28/3/2025).
Muhari merincikan, Kabupaten Bekasi mencatat nilai kerusakan sebesar Rp659,1 miliar yang ditambah kerugian sebesar Rp20,9 miliar. Total dampaknya mencapai Rp680 miliar.
Lihat Juga :