alexametrics

Ratusan Personel Gabungan Siaga di Lokasi Kerusuhan Sorong

loading...
Ratusan Personel Gabungan Siaga di Lokasi Kerusuhan Sorong
Pasca kerusuhan pecah di Kota Sorong pada Selasa (26/11/2019) yang mengakibatkan 9 rumah dibakar dan 1 ASN tewas, ratusan personel gabungan siaga./Foto/Dok SINDOnews
A+ A-
SORONG - Pasca kerusuhan pecah di Kota Sorong pada Selasa (26/11/2019) siang yang mengakibatkan 9 rumah dibakar massa dan satu aparat sipil negara (ASN) tewas, ratusan personel gabungan TNI-Polri siaga di lokasi kejadian. Aparat kepolisian mengimbau warga untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib.

Pasukan yang dikerahkan dengan senjata lengkap ini, melakukan penjagaan ketat di sejumlah titik di lokasi kejadian yang dianggap rawan untuk mengantisipasi adanya serangan susulan. Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christo Siregar mengatakan, Kota Sorong saat ini telah diamankan aparat gabungan.

"Kami minta masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar. Kami harap warga saling mengingatkan agar dapat memperhatikan anak-anak muda. Aparat kepolisian dan TNI bersinergi dalam rangka melakukan pengamanan di Kota Sorong pasca kerusuhan. Aparat akan menindak tegas para pelaku kerusuhan," tegas AKPB Mario Christo Siregar, Rabu (27/11/2019).



(Baca juga: Kota Sorong Rusuh 9 Rumah Dibakar, Satu ASN Tewas)

Sementara itu, Dandim 1804 Sorong Letkol Infanteri Budiman mengatakan, pihaknya memback-up Polres Sorong Kota dalam rangka mengamankan kerusuhan di Kota Sorong. TNI bersama Forkompinda Sorong, tokoh masyarakat, dan tokoh agama segera mnelakukan rapat untuk menyelesaikan kasus ini. "Tentunya, para pelaku harus ditindak tegas pihak keamanan. Sebanyak dua SSK aparat TNI bersama Brimob Nusantara dan Polres Sorong Kota dikerahkan untuk melakukan pengamanan," kata Dandim 1804 Sorong Letkol Infanteri Budiman.
=
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak